Ruas jalan di Ranai Natuna Kerap Banjir saat Hujan Deras, Ini Kata Dinas Perkim

Ruas jalan di Ranai Natuna Kerap Banjir saat Hujan Deras, Ini Kata Dinas Perkim

Sejumlah titik jalan di Ranai, Kabupaten Natuna terendam air saat hujan dengan intensitas tinggi. (Foto: Yanto/Batamnews)

Natuna, Batamnews - Sejumlah titik jalan di Ranai, Kabupaten Natuna terendam air akibat hujan lebat yang terjadi, Rabu (14/9/2022). Sebagian wilayah di Indonesia termasuk Kepri memang tengah memasuki musim hujan saat ini.

Ruas jalan rawan banjir seperti JL HR Soebrantas menuju Sual, Jl Sihotang dan wilayah permukiman Air Lebai. Drainase alami seperti daerah aliran sungai (DAS) di wilayah itu meluap akibat intensitas hujan yang tinggi.

Kepala Bidang Sumber Daya Air, Dinas PUPR Kabupaten Natuna, Nanang Agus Hidayat, mengatakan ada beberapa faktor yang menyebabkan banjir.

Baca juga: Harga Sejumlah Kebutuhan Pokok di Natuna Mulai Naik, Telur Rp 53 Ribu per-Papan

"Kita akui memang masalah ini menjadi masalah tahunan saat memasuki musim penghujan. Ada beberapa sebab. Yang pertama perubahan wilayah yang seharusnya menjadi wilayah resapan air. Seperti kita lihat saat ini, telah banyak yang beralih fungsi menjadi permukiman," terangnya.

Perubahan profil menjadi faktor utama kenapa sungai-sungai di Kota Ranai sudah tidak mampu menahan debit air saat musim penghujan. 

"Akibat dari berubahnya fungsi kawasan resapan air pada DAS menjadi permukiman. Penampang saluran drainase/sungai yang dahulunya lebar kini banyak yang mengalami penyempitan oleh aktivitas pembangunan, pertumbuhan vegetasi, serta pendangkalan  akibat sedimentasi yang berlangsung cukup lama," terangnya.

Baca juga: Upacara HUT ke-77 TNI AL di Natuna, Pamerkan Tank hingga Senjata Penghalau Rudal 

Ketika intensitas curah hujan tinggi dengan debit aliran yg besar, kapasitas sungai/saluran drainase kehilangan kemampuan membuang kelebihan air. "Selain itu terdapat jaringan drainase yang konstruksi penahan tebingnya sudah rusak parah," tambah Nanang.

Meski pihaknya bersama beberapa instansi terkait selalu melakukan pemeliharaan, namun untuk masalah alih fungsi kawasan resapan air, menurutnya perlunya penataan kembali terhadap bangunan dan pemukiman yang berada di sempadan/badan sungai. 

"Kedepan pemerintah perlu melakukan penataan kembali bangunan dan permukiman yang berada di sempadan sungai dan mengembalikan fungsi sungai yang ada di perkotaan Ranai. Yang pertama mungkin akan dimulai dari sungai Jemengan, oleh Dinas Perkim," kata Nanang.

 

Akibat luapan air yang memasuki sejumlah titik jalan yang ada di Kota Ranai tersebut, para pengendara harus ekstra hati-hati saat melintasi jalan tersebut. 

Belum lagi sebagian luapan air masuk hingga ke rumah-rumah masyarakat yang ada di daerah tersebut. 

(Yan)