Disorot Karena Plafon Runtuh, Proyek Masjid Tanjak Batam Habiskan Dana Rp 39,9 Miliar

Disorot Karena Plafon Runtuh, Proyek Masjid Tanjak Batam Habiskan Dana Rp 39,9 Miliar

Kondisi di Masjid Tanjak Batam usai plafon runtuh. (Foto: Juna/Batamnews)

Batam, Batamnews - Masjid Tanwirun Naja alias Masjid Tanjak sedang viral akibat plafonnya yang runtuh akibat kebocoran atap. 

Detik-detik runtuhnya plafon masjid berarsitektur tanjak (tutup kepala pria khas melayu) itu terekam jelas dalam video. Kejadian itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB, Kamis (8/11/2022).

Belum genap tiga bulan usai diresmikan, bangunan yang dicap sebagai salah satu ikon wisata religi di Batam ini mengalami peristiwa tak terduga ini. Hal ini tentu sangat disayangkan.

Baca juga: Fakta Masjid Tanjak Batam yang Bikin Geger Karena Plafon Runtuh 

Dilansir dari laman LPSE BP Batam, masjid tanjak dilelang dengan nama tender Pembangunan Masjid Bandara Hang Nadim pada 13 November 2020.

Pagu anggaran dalam proyek ini senilai Rp 42.563.869.000 dengan nilai harga perkiraan sendiri (HPS) Rp 41.821.299.107,02

Dari 103 peserta lelang, PT Nenci Citra Pratama dipilih sebagai pemenang tender dengan nilai Rp 39.937.665.520,00. Diketahui perusahaan ini beralamat di Jl Utan Kayu Raya nomor 63, Jakarta Timur.

Baca juga: Plafon Runtuh, BP Batam Tutup Sementara Masjid Tanjak untuk Umum

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi memerintahkan agar segera mencari kontraktor yang membangun Masjid Tanwirun Naja atau Masjid Tanjak di kawasan Bandara Hang Nadim, Batam. 

Hal ini dilakukan untuk menyikapi runtuhnya plafon masjid pada Kamis (8/9/2022) pagi. 

“Saya sudah bilang, cari kontraktornya, kami minta pertanggungjawabannya,” ujar Rudi. 

Ia menyebutkan dari Satuan Pengawas Internal (SPI) BP Batam akan memeriksa kontraktor. Pemeriksaan akan dilakukan secara menyeluruh untuk mengetahui penyebab robohnya plafon masjid. 

 

“Diperiksa baik-baik, apa karena hujan makanya (plafon) lapuk, atau apakah karena besinya tidak kuat,” kata dia. 

Rudi juga menegaskan, kerusakan yang terjadi di Masjid Tanjak masih jadi tanggungjawab pihak kontraktor. Karena, dalam kontrak pembangunan masjid tersebut disebutkan ada garansi. “Itu masih dalam koridor pengawasan kontraktor,” katanya. 

Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait mengatakan Masjid Tanjak Batam ditutup untuk umum dan akan dilakukan perbaikan atas kerusakan tersebut.

“Ini masih tanggung jawab dari kontraktor karena masih dalam masa pemeliharaan,” ujar Ariastuty.

Perbaikan plafon Masjid Tanjak diperkirakan akan memakan waktu hingga dua bulan.


Komentar Via Facebook :
close

Aplikasi Android Batamnews