Saparudin-Asnah Jadi 'Kutu Loncat' ke NasDem, Pengamat Bilang Begini

Saparudin-Asnah Jadi

Asnah dan loyalisnya mencopot atribut Demokrat sebagai tanda mundur dari partai tersebut. (Foto: Margaretha/batamnews)

Batam, Batamnews - Asnah mengikuti jejak suaminya mundur dari Partai Demokrat. Mundurnya Asnah dari kursi Ketua DPD Demokrat Kepri pun penuh sensasi. Baru 3 bulan menjabat, ia memilih untuk mencopot atribut partai berlogo bintang kejora itu bersama puluhan loyalisnya. Tak lama mereka 'loncat partai' ke NasDem. 

Pengamat Politik Kepri, Robby Patria mengatakan, kepindahan kader partai ke partai lain di Indonesia sudah biasa terjadi.

Baca juga: Demokrat Kepri Segera Gelar Musdalub Pilih Pengganti Asnah 

"Kalau di Indonesia, biasa pindah partai kalau sudah tidak cocok. Cuma dalam ini (Asnah), karena baru saja pindah ke Demokrat dan jadi ketua partai melalui proses yang panjang, lalu dia tinggalkan makanya agak menarik," ujar dia, Kamis (4/8/2022).

Menurut Robby, tak mudah untuk mendapat jatah sebagai Ketua DPD Demokrat. Namun, pilihan sudah terlanjur diambil, dengan tentunya melewati berbagai pertimbangan dari Saparudin-Asnah serta pendukung atau loyalisnya.

"Demokrat juga tentu punya kader lain yang siap untuk gantikan Asnah. Dan perlu diketahui juga, dinamika politik pindah partai bukan suatu yang aneh lagi di negara kita," katanya.

Sebelumnya, DPP Demokrat sempat merilis kabar perihal keluarnya Asnah dari partai berlambang bintang kejora itu. 

Dalam rilis terbaru, DPP Demokrat menyebut bahwa keluarnya Asnah bersama kolega dikarenakan sang menantu tidak dapat jatah sebagai Ketua Demokrat di Batam.

Baca juga:  Pengunduran Asnah Tak Pengaruhi Pengelolaan Partai

Menyikapi hal tersebut, Robby juga mengingatkan bahwa Partai Demokrat bukan partai baru di kancah politik di Indonesia. "Itu karena Demokrat partai besar yang juga nggak mau diintervensi," ujarnya.

Di sisi lain, pilihan Saparuddin dan Asnah untuk ke NasDem tentunya patut dinantikan gebrakannya. Pasal, NasDem merupakan partai penguasa di Batam dan cukup bergengsi di Kepri.

"Kalau soal ini pasti mereka sudah menyadari soal nama besar Muhammad Rudi, Amsakar Achmad, Marlin Agustina, kemudian ada juga nama Tengku Afrizal, dan lain lain. Namun masuknya Saparudin dan Asnah ke Nasdem tentu menambah kekuatan Nasdem itu sendiri," pungkas Robby.

(jun)