Perbaikan Asal-asalan, Jalan Tirta Madu Bintan Ambles Lagi

Perbaikan Asal-asalan, Jalan Tirta Madu Bintan Ambles Lagi

Sebuah mobil melintas di Jalan Tirta Madu, Bintan yang kembali ambles. (Foto: Ari/batamnews)

Bintan, Batamnews - Jalan Tirta Madu Arah Km 18 Kijang, Bintan, Kepulauan Riau kembali ambles pada Jumat (29/7/2022). Padahal, jalan tersebut baru diperbaiki beberapa pekan lalu.

Jalan itu ambles sejak Januari 2021 lalu karena hujan deras. Amblesnya jalanan itu dengan panjang sekitar 4 meter dan lebar 6 meter. 

Perbaikan yang dilakukan pun terkesan asal-asalan. Lubang ditutup dengan batang pohon lalu ditimbun tanah bauksit. 

Setahun setelah itu, awal Juli 2022 jalanan itu ambles lagi. Lalu diperbaiki oleh Dinas PUPR Bintan dengan ala kadarnya. Yaitu ditutup dengan batang pohon kelapa lalu ditimbun tanah yang diambil di sekitaran perkebunan sawit. 

Namun belum sebulan diperbaiki, jalan itu kembali ambles dengan diameter sekitar 1,5 meter. 

Warga Bintan Timur, Andri, mengatakan jalanan itu sempat diperbaiki awal Juli 2022 karena ambles. Tapi belum sebulan kembali ambles sehingga sangat membahayakan bagi pengendara.

"Kita minta benar-benar diperbaiki. Jangan dengan bahan seperti ini lagi yang terbuat dari batang pohon dan tanah timbunan. Karena akan ambles lagi," ujar pria berambut panjang ini.

Kuat dugaan amblesnya jalanan tersebut diduga karena dilintasi kendaraan bermuatan besar. Apalagi perbaikan yang dilakukan awal bulan kemarin terkesan asal-asalan. Sehingga tidak terlalu kuat dan rawan ambles.

"Kalau dikarenakan oleh faktor alam tidak mungkin karena jarang juga hujan. Kalau pun hujan tidak lama," jelasnya.

Ayah anak satu ini berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah untuk melakukan perbaikan yang terarah dan terencana. Karena jika dilakukan dengan cara yang sama maka akan ambles lagi.

"Cobalah dibangun dengan konstruksi yang benar. Tidak seperti saat ini hanya batang kayu dan ditimbun tanah. Rawan dan juga berbahaya," katanya.

Hal senada dikatakan Arun. Pemuda asal Kecamatan Bintan Timur ini meminta masalah jalanan ini segera ditindaklanjuti. Karena jika dibiarkan begitu saja maka akses dari Gesek-Kijang terancam putus.

"Kalau dibiarkan, tanah timbunannya akan longsor. Tinggal batang pohonnya dan tidak bisa dilintasi juga," ucapnya.

(ary)