Pemerintah AS Perintahkan Sita Dua Pesawat Milik Roman Abramovich
Roman Abramovich bersama pemain Chelsea. (Foto: via CNN Indonesia)
Washington - Departemen Kehakiman AS telah memerintahkan penyitaan dua pesawat milik pengusaha Rusia Roman Abramovich yang melanggar perintah sanksi negara itu terhadap Rusia setelah invasinya ke Ukraina.
Dalam pengajuan pengadilan, departemen tersebut menyatakan dua pesawat, Boeing 787-8 Dreamliner dan jet eksekutif Gulfstream G650ER, diterbangkan ke wilayah Rusia awal tahun ini. Hal itu melanggar kontrol ekspor AS yang ditetapkan untuk pesawat buatan AS, pada 2 Maret lalu.
Langkah departemen tersebut menargetkan Abramovich, yang juga salah satu jutawan terkaya Rusia, memaksanya untuk menjual Chelsea Football Club, menyusul invasi Moskow ke Ukraina pada 24 Februari.
Hal ini bertujuan untuk menekan orang-orang yang dekat dengan Rusia "untuk menjauhkan diri dari Kremlin karena terus meningkatkan perang," kata direktur satuan tugas KleptoCapture Departemen Kehakiman Andrew Adams dikutip Berita Harian dari AFP, Rabu (8/6/2022).
Kedua pesawat, senilai US$400 juta (RM1,75 miliar), diyakini berada di luar jangkauan pejabat AS.
Menurut laporan media, Boeing mengatakan pesawat itu mungkin berada di Dubai.
Perintah penyitaan menguraikan bagaimana Abramovich mengendalikan dua pesawat melalui serangkaian perusahaan yang tersedia (perusahaan cangkang) yang terdaftar di Siprus.
Pengusaha berusia 55 tahun itu, membangun kekayaan yang diperkirakan oleh Bloomberg senilai US$12,5 miliar atau Rp 578 triliun yang mencakup industri minyak, baja, aluminium, dan industri lainnya.
Dia memelihara hubungan dekat dengan pejabat tinggi Rusia, termasuk Presiden Vladimir Putin.

Komentar Via Facebook :