RSUD Natuna Masih 'Kelas' Rendah, Bupati Minta Tolong ke Menkes

RSUD Natuna Masih

RSUD Natuna

Natuna, Batamnews - Layanan dan fasilitas di RSUD Natuna terbilang terbatas. Selain itu masalah SDM medis pun masih menjadi kendala klasik selama ini. 

Hal tersebut yang dikeluhkan para pasien selama ini. Dari penelusuran Batamnews, sejumlah alat misalnya CT Scan dan Hyperbaric sudah lama rusak dan belum ada peremajaan. Kekosongan dokter spesialis juga masih terjadi saat ini.

Tak jarang pasien yang  jauh-jauh datang dari pulau-pulau di Kabupaten Natuna harus pulang dengan tangan hampa.

"Paling direkomendasi untuk rujuk dan berobat ke luar Natuna," ucap salah seorang keluarga pasien. 

Novita misalnya, ibu dari seorang pasien bayi yang didiagnosa mengalami kebocoran jantung, mau tak mau harus berjuang untuk membawa buah hatinya yang masih berumur 11 bulan rujuk ke RSCM Jakarta.

"Tim dokter menyarankan untuk di rujuk keluar Natuna, karena di sini tidak bisa menangani penyakit anak saya," ucapnya

Andres, pria asal Kecamatan Serasan yang saat ini sedang menunggu perhatian Pemerintah Daerah (Pemda) juga tengah menunggu dirujuk ke Batam. 

Pria kelahiran Desa Tanjung Kumbik, Kecamatan Pulau Tiga Barat tersebut telah belasan tahun menderita tumor ganas yang menggrogoti kaki kirinya.

Tim dokter RSUD Natuna menyarankan untuk rujuk ke Batam agar bisa mendapatkan perawatan yang memadai. 

"Kalau ada biaya saya disarankan oleh dokter untuk rujuk ke rumah sakit Awal Bros kota Batam," ujar Andres kepada Batamnews, Kamis (2/6/22) lalu.

Selanjutnya: Pemda bakal tingkatkan kelas RSUD..

 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Natuna, Hikmat Aliansyah menjelaskan jika memang sudah seharusnya RSUD Natuna di-upgrade dari tipe C ke tipe B. 

Pasalnya RSUD Natuna sangat diharapkan warga kabupaten yang terdiri dari pulau-pulau ini.

"Kami beserta Pak Bupati dan pak Sekda sudah menjumpai pak Menkes. Salah satu dibicarakan adalah terkait menaikkan kelas/ tipe RSUD Natuna menjadi tipe B, mudah mudahanlah disetujui dan didukung oleh Menkes," harap Hikmat, saat berbincang dengan Batamnews, Jumat (3/6/2022).

Bupati Natuna, Wan Siswandi mengakui sudah menjumpai Menkes RI, Budi Gunadi di Jakarta. Ia mengutarakan kepada Menkes, bahwa Natuna yang letak geografisnya berada di perbatasan wilayah NKRI dan jauh dari kota lain hanya memiliki RSUD Tipe C berkapasitas 100 tempat tidur dan kekurangan dokter spesialis.

"Harapan kita, RSUD Natuna bisa di-upgrade menjadi tipe B, yang lengkap dengan sarana dan prasarana medis, agar masyarakat Natuna dapat berobat di Natuna saja tanpa harus dirujuk ke luar daerah," ungkap Wan Siswandi.

Dirinya menjelaskan jika untuk menjadikan RSUD Natuna dari tipe C menjadi tipe B, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Diantaranya penambahan ruang inap pasien dari 100 tempat tidur menjadi 200 tempat tidur, kelengkapan peralatan kesehatan, obat-obatan dan yang terpenting adanya beberapa dokter spesialis.

"Oleh sebab itu kita meminta pihak Kemenkes membantu memenuhi syarat-syarat yang diperlukan oleh RSUD agar bisa menjadi tipe B. Kalau sudah tipe B, masyarakat yang sakit parah tidak perlu harus jauh-jauh dirujuk di rumah sakit lain," ungkapnya. 

"Dan Alhamdulillah, apa yang kami ajukan disambut baik oleh Pak Menteri, dan hal ini menjadi program prioritas Kemenkes untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di wilayah-wilayah terluar NKRI," pungkas Siswandi. 

(fox)