Dampak Wabah PMK, Stok Hewan Kurban di Tanjungpinang Kurang

Dampak Wabah PMK, Stok Hewan Kurban di Tanjungpinang Kurang

Ilustrasi

Tanjungpinang, Batamnews - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad telah memerintahkan Dinas Pertanian untuk melakukan pengawasan terhadap Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan yang merebak di sejumlah daerah di Indonesia.

"Untuk PMK kita sudah tugaskan Dinas Pertanian Provinsi untuk mengawasi benar-benar. Jika nanti tidak bisa dipasok dari daerah lain, kita akan perkuat nanti kemampuan masyarakat kita," kata Ansar, kemarin.

Merebaknya PMK turut mengancam ketersediaan hewan kurban tahun 2022 di Kota Tanjungpinang. Umumnya hewan kurban seperti sapi, biasanya didatangkan dari luar Provinsi Kepri.

Saat ini masuknya sapi ke Tanjungpinang terhalang. Pasalnya untuk sampai di Tanjungpinang, hewan-hewan ternak diseberangkan melalui Kuala Tungkal, Jambi.

Baca juga: Daging Sapi Terancam Langka di Bintan Gegara Hal Ini

Sementara Balai Karantina Pertanian Kelas I Jambi memberlakukan penghentian sementara sertifikasi karantina terhadap media pembawa PMK pada pekan lalu.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kota Tanjungpinang, Yoni Fadri mengakui bahwa jumlah sapi yang ada saat ini masih kurang jika dibandingkan kurban tahun lalu.

Hal itu diketahui dari pendataan terhadap hewan sapi, kambing dan kerbau jelang Hari Raya Idul Adha yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kota Tanjungpinang.

"Tahun lalu untuk sapi kurban sekitar 605 ekor. Dari data yang kita miliki (saat ini) ketersediaan untuk kurban ada 578 ekor sapi, 230 kambing dan 2 ekor kerbau jantan," kata Yoni.

Baca juga: Distan Perketat Hewan Ternak Masuk Batam, Hindari Penyakit PMK

Jika hingga jelang Idul Adha ketersediaan masih kurang, maka pihak dinas akan mendatangkannya dari kabupaten lain di Provinsi Kepri.

"Di Natuna dan Anambas ada sapi-sapi lokal. Kita bisa masukkan. Karena memang sekarang pintu masuk dibatasi," ujar Yoni.

Hingga saat ini belum ditemukan adanya PMK di Provinsi Kepri. Namun meski demikian, Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kota Tanjungpinang tetap melakukan pemeriksaan ke kandang-kandang hewan ternak.

Selain memeriksa kesehatan hewan, petugas juga sekaligus me.berikan informasi dan edukasi kepada peternak terkait PMK.

"Pemeriksaan masih berlanjut dan Insya Allah Tanjungpinang aman," pungkas Yoni.

(cr1)