Pengamat Yakin Perekonomian Indonesia Semakin Baik dengan Presidensi G20

Pengamat Yakin Perekonomian Indonesia Semakin Baik dengan Presidensi G20

(Foto: Kementerian Luar Negeri RI)

Medan - Perekonomian Indonesia diyakini semakin membaik karena meningkatnya kepercayaan investor yang didorong dengan dipercayanya Indonesia untuk pertama kalinya memegang Presidensi G20.

"Dipercayanya Indonesia sebagai penyelenggara forum kerja sama 20 ekonomi utama dunia itu saja sudah menunjukkan tingginya juga kepercayaan investor," ujar pengamat ekonomi dari Universitas Sumatera Utara (USU), Wahyu Ario Pratomo dilansir Antara, Senin (23/5/2022).

Menurut dia, Presidensi G-20 juga semakin memberikan peluang untuk mempromosikan peluang investasi di Indonesia dan Sumut khususnya yang menjadi salah satu lokasi pertemuan.

Upaya pemerintah mempromosikan peluang investasi sesuai dengan potensi sumber daya alam yang melimpah di Indonesia, katanya, diyakini akan berhasil.

Apalagi pemerintah sudah menyiapkan suprastruktur, melalui peraturan yang mendukung investasi seperti UU No.11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja, serta pembangunan infrastruktur yang semakin lengkap seperti jalan tol, ketersediaan energi, dan  Pelabuhan.

Menurut Wahyu yang Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis USU itu, kebangkitan ekonomi sudah terlihat semakin membaik pada triwulan I-2022 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di Sumut, misalnya, pada triwulan I-2022, pertumbuhan ekonominya mencapai 3,90 persen secara year on year (yoy) . Pada triwulan I-2021, pertumbuhan ekonominya minus 1,85 persen.

Peningkatan perekonomian  itu disebabkan sudah semakin meningkatnya mobilitas masyarakat dan kepercayaan masyarakat untuk beraktivitas aktif dalam perekonomian seiring dengan penurunan kasus penyebaran COVID-19.

Peningkatan transaksi ekonomi di Sumut, ujar Wahyu, juga ditopang dari peningkatan transaksi secara "online" dan pembayaran secara digital selama pandemi COVID-19.

Pembatasan pergerakan masyarakat dan ketidaknyamanan penggunaan uang tunai selama pandemi COVID-19, menyebabkan sebagian masyarakat lebih nyaman menggunakan transaksi secara online/digital.

Tren digitalisasi semakin meningkat tercermin dari pesatnya penggunaan uang elektronik dan transaksi e-commerce.

Perluasan pemanfaatan transaksi digital juga semakin meluas untuk transaksi terkait penerimaan daerah dan belanja daerah seperti pajak/retribusi daerah, moda transportasi dan lainnya.

Wahyu menyebutkan, Bank Indonesia mencatat, pada triwulan IV-2021, nominal transaksi e-commerce di Sumut sebesar Rp9,38 triliun atau tumbuh 56,58 persen secara yoy.

Masyarakat Sumut sudah semakin terbiasa untuk memanfaatkan "eletronic commerce" dalam transaksi ekonomi guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Menyambut periode endemi COVID-19 dan Kebangkitan Nasional 20 Mei, perekonomian di Sumut diyakini akan berjalan lebih baik, melalui pulihnya kepercayaan investor untuk melakukan investasi," katanya.