Kisah Unik Erick Fathoni, Perenang Andalan Indonesia di SEA Games 2021

Kisah Unik Erick Fathoni, Perenang Andalan Indonesia di SEA Games 2021

Instagram @erickfathoni

Batam - Erick Fathoni, merupakan salah satu atlet renang Indonesia peraih medali perak di SEA Games 2021 di Vietnam. Banyak cerita menarik dari sang atlet saat berbincang bersama Batamnews, Jumat (20/5/2022) kemarin.

Erick merupakan pria kelahiran Cilacap, Jawa Tengah 22 tahun silam. Di sana ia hanya mengecam bangku sekolah tingkat TK dan SD, kemudian setelah itu ia bersama keluarga pindah ke Bandung.

Baca juga: Perolehan Medali SEA Games: RI Ketiga, Ungguli Singapura

Sedikit cerita masa kecil Erick yang 'gila' dengan air. Ia juga dikenal sebagai anak yang hyper aktif pada masanya.

"Saking hobinya, sampai ikut les berenang juga. Saat SD, aku tu orangnya hyper aktif, susah tidur. Makanya sama orangtua disuruh berenang sama biar cepat capek, jadi otomatis kalau udah gampang tidur," ceritanya sambil tertawa mengenang masa silam.

Perjuangan Menembus Timnas Renang

Dari situ, tahapan demi tahapan dilalui Erick. Banyak perjuangan ia rasakan, begitu juga pengorbanan untuk menjadi atlet renang yang tembus ke Timnas.

Diceritakan dia lagi, dinihari dia sudah bersiap-siap latihan berenang berjam-jam. Ditambah lagi sore menjelang malam. Latihan baginya semacam tak kenal lelah, namun pengorbanannya mungkin dari sisi waktu yang habis terbuang.

Baca juga: SEA Games 2021: Lalu Zohri Gagal Sumbangkan Medali untuk Indonesia

"Bayangkan aja jam 4.30 pagi sampai jam 7.00 latihan berenang. Bayangkan dinginnya itu gimana, coba. Itu tiap hari dilakukan. Sorenya latihan lagi dari jam 16.00 sampai jam 18.00," kata Erick.

Namun itu ia lakukan atas dasar impiannya untuk jadi atlet renang terbaik di tanah air. Alhasil, dia pun akhirnya di panggil oleh Timnas renang Indonesia hingga sampai ikut dalam sejumlah perlombaan dengan beragam tingkat, termasuk SEA Games 2021 kali ini.

 

Raih Perak Karena Negara Pesaing Didiskualifikasi

Saat SEA Games 2021 berlangsung, ada hal menarik terjadi di pertandingan renang putra pada final nomor estafet 4x100 meter gaya bebas. 

Perwakilan Indonesian ada 4 orang. Mereka adalah Glen Victor Sutanto, Erick Fathoni, Aflah Fadlan Prawira, dan Joe Aditya.

Drama terjadi pertandingan itu. Indonesia hanya bisa finis pada urutan keempat dengan catatan waktu 3 menit 24,09 detik. Namun, Singapura yang finis pada urutan pertama dinyatakan diskualifikasi setelah salah orang perenangnya dianggap mencuri start atau foul start.

Tak hanya itu, tim Malaysia yang berada pada urutan kedua juga didiskualifikasi. Kemudian, Filipina juga tak tercatat dalam time sheet pada akhir lomba.

Beragam peristiwa itu sontak mempengaruhi urutan akhir lomba. Vietnam yang menyelesaikan lomba dengan finis pada urutan ketiga kemudian berhak atas medali emas. Posisi tim estafet renang Indonesia yang menjadi urutan kedua dan Thailand pada urutan ketiga.

"Ada beberapa dari negara yang foul start, bisa didiskualifikasi. Yang kena itu Malaysia dan Singapura. Mereka itu juara pertama dan kedua. Tapi karena didiskualifikasi, kami jadi masuk dalam perebutan juara itu, dimana juara pertama jadinya Vietnam dan kedua Indonesia," ujar Erick. 
 

(jun)
Komentar Via Facebook :