Sehari Tak Pulang, Pemulung Ditemukan Meninggal Dunia di Halte SMP 12 Tanjungpinang

Sehari Tak Pulang, Pemulung Ditemukan Meninggal Dunia di Halte SMP 12 Tanjungpinang

Petugas mengevakuasi jasad Erman yang ditemukan tak bernyawa di halte SMP Negeri 12 Tanjungpinang. (Foto: ist/batamnews)

Tanjungpinang, Batamnews - Seorang pemulung ditemukan tak bernyawa di belakang halte SMP Negeri 12 Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Jumat (13/5/2022).

Pria bernama Erman tersebut terakhir dilihat istrinya, Ermina keluar pada Kamis (12/4/2022) sekira pukul 10.00 WIB. 

Biasanya Erman keluar untuk mencari kaleng bekas, dan telah pulang ke rumah sekira pukul 12:00 WIB. Namun hingga sore hari, Erman belum pulang ke rumah.

Akhirnya istri bersama anaknya mencari Erman di sekitaran kilometer 10 hingga kilometer 14 Tanjungpinang, tapi tidak ditemukan.

Besok paginya, Istri Erman kemudian kembali mencari suaminya.

"Jumat pagi saksi mencari kembali dengan anaknya di sekitar Batu 10," kata Kasat Reskrim Polresta Tanjungpinang, AKP Awal Sya'ban.

Ketika melewati jalan WR Supratman, istri Erman melihat suaminya tergeletak dalam kondisi telentang di belakang halte SMP Negeri 12 Tanjungpinang.

Ermina berusaha memanggil serta menggoyangkan tangan suaminya. Namun dia sudah tidak bergerak lagi. Diduga saat ditemukan Erman sudah meninggal dunia.

Selanjutnya ia menghubungi Polsek Tanjungpinang Timur.

Setelah melakukan polisi olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), jenazah Erman dibawa ke RSUD Raja Ali Tabib Provinsi Kepri.

AKP Awal Sya'ban mengatakan, pihak keluarga menyampaikan Erman menderita penyakit kulit selama 17 tahun, rematik akut dan lupa ingatan. Diduga penyebab kematian Erman dikarenakan sakit yang diidapnya.

"Untuk hasil dari keterangan secara langsung oleh Dokter Forensik RSUD Provinsi Kepri tidak terdapat tanda kekerasan pada korban. Dugaan korban meninggal dunia akibat sakit yang diderita," terang AKP Awal.

Sementara perkiraan waktu kematian Erman sekitar 12 hingga 24 jam dari waktu pemeriksaan visum. 

(cr1)