Lengkap! Ini Layanan Jemaah Haji di RI dan Arab Saudi

Lengkap! Ini Layanan Jemaah Haji di RI dan Arab Saudi

Potret Pelaksanaan Ibadah Haji/Foto: AP Photo/Amr Nabil

Jakarta - Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) terus mempersiapkan layanan bagi jemaah haji. Proses finalisasi dikebut khususnya setelah adanya kepastian jumlah kuota jemaah haji Indonesia.

Waktu yang tersedia untuk finalisasi penyiapan layanan tidak banyak. Pasalnya, pemerintah Arab Saudi baru mengumumkan kepastian kuota pada pertengahan April 2022 dan jemaah kloter pertama akan diberangkatkan pada 4 Juni 2022.

Baca juga: Daftar Nama 586 Jemaah Calon Haji Asal Kepri yang Berhak Berangkat Tahun 2022

Layanan bagi jemaah haji terbagi dalam dua kategori besar yaitu layanan dalam negeri dan layanan di luar negeri (selama jemaah berada di Arab Saudi). Di dalam negeri, jemaah akan menerima sejumlah layanan mulai dari pemberkasan, hingga layanan keberangkatan dan kepulangan di asrama haji.

Direktur Layanan Haji Dalam Negeri Saiful Mujab mengatakan saat ini pihaknya sedang memfinalisasi proses kontrak kerja sama dengan maskapai yang akan memberangkatkan dan memulangkan jemaah haji Indonesia. Ada dua maskapai, yaitu Garuda Indonesia dan Saudia Airlines.

"Proses koordinasi intensif dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan, Gugus Tugas Pencegahan COVID-19 dan pemerintah daerah juga terus dilakukan dalam proses persiapan penyelenggaraan haji tahun ini," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (10/5/2022).

Baca juga: Keppres BPIH 2022 Terbit, Segini Biaya Haji di Embarkasi Batam

Saat ini layanan asrama haji sedang dipersiapkan proses sterilisasi asrama yang akan digunakan untuk lokus pemberangkatan jemaah haji. Ada sejumlah layanan yang disiapkan antara lain fasilitas penginapan selama 1x24 jam, pemeriksaan akhir kesehatan, pemberian gelang identitas, pemberian paspor, pemberian living cost (uang saku), serta pemantapan manasik haji.

"Di asrama haji, jemaah sebelum berangkat akan mendapat layanan konsumsi tiga kali makan dan dua kali snack. Saat kembali ke tanah air, jemaah akan mendapat satu kali makanan ringan atau snack," terang Mujab.

Arab Saudi menetapkan kuota haji Indonesia tahun ini 100.051 yang terdiri atas 92.825 kuota jemaah haji reguler dan 7.226 kuota jemaah haji khusus. Mereka yang telah ditetapkan berhak berangkat, bisa segera melakukan konfirmasi keberangkatan ke bank tempat jemaah mendaftar.

"Jemaah haji reguler rencananya akan terbagi dalam 241 kloter dan diperkirakan akan diberangkatkan dalam 236 penerbangan, dengan maskapai Garuda Indonesia dan Saudia Airlines," imbuhnya.

 

Layanan Haji di Arab Saudi

Ada tiga jenis layanan jemaah haji di Arab Saudi yaitu akomodasi, konsumsi, dan transportasi. Direktur Layanan Haji Luar Negeri Subhan Cholid menyebut bahwa layanan akomodasi disiapkan dengan mengacu pada standar kualitas hotel, jarak ke Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah, wilayah, harga, serta kemudahan akses transportasi bus shalawat (khusus di Mekah), dan distribusi katering.

"Di Makkah, hotel jemaah rencananya dibagi dalam lima wilayah: Mahbas Jin, Syisyah, Raudhah, Jarwal & Misfalah. Penempatan jemaah haji di Makkah dilakukan dengan sistem zonasi berdasarkan asal embarkasi sesuai Keputusan Dirjen PHU Nomor 140 Tahun 2022," jelas Subhan.

"Di Madinah, hotel jemaah ada di wilayah Markaziyah atau kawasan terdekat dari Masjid Nabawi. Hotel jemaah dibagi dalam tiga wilayah: Syimaliyah, Janubiyah, dan Gharbiyah," sambungnya.

Sejumlah fasilitas hotel, kata Subhan, juga sudah disiapkan yaitu air mineral (1 liter dalam kemasan botol/hari/jemaah), handuk, selimut, peralatan mandi, mesin cuci, dan fasilitas pergantian sprei dan sarung bantal. Pihak hotel akan menyiapkan air zamzam dalam kemasan galon (dispenser).

"Pihak hotel juga harus siapkan petugas angkut koper sampai kamar jemaah, petugas kebersihan, dan petugas keamanan," paparnya.

Terkait konsumsi, jemaah haji 1443 H akan mendapat layanan makan sebanyak maksimal 119 kali. Jumlah ini terdiri atas 75 kali layanan konsumsi di Makkah, 27 kali di Madinah, 16 kali di Arafah-Mina-Muzdalifah atau Armuzna (termasuk 1 paket snack Muzdalifah), dan satu kali makan di bandara Jeddah (saat kedatangan/ kepulangan).

"Artinya, bisa dikatakan jemaah full mendapatkan makan selama tiga kali per hari selama di Arab Saudi. Jemaah juga akan mendapatkan paket kelengkapan konsumsi selama di Makkah, Madinah dan Armuzna berupa kopi, teh, gula, saus sambal, kecap, sendok, dan gelas kaca," sambungnya.

Untuk mobilitas jemaah di Arab Saudi, Kemenag menyiapkan tiga jenis layanan transportasi darat salah satunya layanan angkutan antarkota. Untuk jemaah yang berangkat pada gelombang pertama, rute layanan ini adalah dari Bandara Madinah, Madinah, Makkah, lalu Bandara Jeddah. Untuk jemaah gelombang kedua, rutenya Bandara Jeddah, Mekah, Madinah, lalu Bandara Madinah.

"Untuk kenyamanan jemaah, kami siapkan bus dengan spesifikasi buatan tahun 2017-2021," ujar Subhan.

Kedua, layanan angkutan Shalawat. Bus ini akan memberikan layanan 24 jam selama jemaah ada di Kota Makkah. Bus akan mengantar jemaah dari hotel ke Masjidil Haram dan kembali ke hotel. Ada lima rute yang telah disiapkan, yaitu Mahbasjin-Bab Ali, Syisyah-Syieb Amir, Raudhah-Syieb Amir, Jarwal-Syieb Amir, dan Misfalah-Jiad.

Untuk memudahkan jemaah, Kemenag juga menyiapkan halte bus pada tempat strategis di depan hotel sehingga mudah dijangkau. "Kami siapkan petugas di setiap halte dan juga di setiap terminal terdekat Masjidil Haram. Ada juga call center pengaduan," ucap Subhan.

Ketiga, layanan angkutan Masyair. Bus akan melayani jemaah pada fase puncak haji di Makkah. Jemaah jelang wukuf akan diberangkatkan dari hotel masing-masing menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

"Khusus Armuzna, penyediaan bus terpusat menjadi tanggung jawab Pemerintah Arab Saudi," tegas Subhan.

(fox)