KKP Batam Awasi Tempat Makan di Bandara dan Pelabuhan Cegah Penularan Hepatitis Akut

KKP Batam Awasi Tempat Makan di Bandara dan Pelabuhan Cegah Penularan Hepatitis Akut

Kepala KKP Kelas I Batam, Achmad Farchany. (Foto: Batamnews)

Batam, Batamnews - Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Batam meningkatkan upaya pencegahan terhadap risiko penularan penyakit hepatitis akut yang tidak diketahui etiologinya (Acute Hepatitis Of Unknown Aetiology). 

Sebelumnya Kemenkes Melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P) telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/C/2515/2022. 

Kemenkes meminta dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota, KKP, laboratorium kesehatan masyarakat, dan rumah sakit untuk memantau dan melaporkan kasus sindrom penyakit kuning akut di Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR). 

Baca: Pakar Nilai KLB Hepatitis Misterius Belum Tentu Jadi Pandemi

Kepala KKP Kelas I Batam, Achmad Farchany mengatakan pengawasan faktor risiko dilakukan di Tempat Penjamah Makanan (TPM), seperti restoran/warung makan di Bandara dan Pelabuhan. 

“Kami melaksanakan kegiatan rutin pengawasan di restoran/warung makan bandara dan pelanuhan,” ujar Farchany, Jumat melalui pesan singkat, Jumat (6/5/2022). 

Selain pengawasan terhadap makanan, pihaknya juga melakukan pengawasan terhadap para pekerja di restoran atau warung makan, seperti pramusaji dan koki. 

Namun pencegahan yang utama, kata Farchanny yaitu dengan tetap disiplin protokol kesehatan, di antaranya dengan memakai masker di tempat umum, mencuci tangan dengan sabun atau memakai hand sanitizer. Serta menjaga kebiasaan sanitasi yang higienis, termasuk makanan. 

“Kami juga rutin melakukan pengambilan sampel dan pemeriksaan laboratorium,” kata dia. 

Baca: Hepatitis Akut Serang Anak-anak di 12 Negara Eropa, WHO: Sudah Ada yang Meninggal

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengumumkan kejadian luar biasa (KLB) pada 15 April 2022, setelah penyakit hepatitis ini menyerang sejumlah anak di Amerika, Eropa dan Amerika. 

Sebelumnya dilaporkan ada 3 anak di Jakarta yang meninggal dunia dengan dugaan tertular penyakit tersebut, dalam kurun waktu tiga minggu terakhir. 

(ret)