Waspada Hepatitis Akut, Kadinkes Batam: Hindarkan Anak-anak dari Tempat Umum

Waspada Hepatitis Akut, Kadinkes Batam: Hindarkan Anak-anak dari Tempat Umum

Ilustrasi. (Foto: Suara.com)

Batam, Batamnews - Penyakit hepatitis akut misterius yang menyerang anak-anak mulai mewabah di sejumlah negara. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI meminta daerah untuk waspada. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi meminta agar para orangtua juga turut waspada terhadap penyakit hepatitis misterius ini. 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengumumkan kejadian luar biasa (KLB) pada 15 April 2022, setelah penyakit hepatitis ini menyerang sejumlah anak di Amerika, Eropa dan Amerika. 

Baca: Hepatitis Akut Serang Anak-anak di 12 Negara Eropa, WHO: Sudah Ada yang Meninggal

Setidaknya 169 kasus hepatitis atau peradangan hati yang akut telah menyerang anak-anak, sebagian besar di Eropa.

"Kalau sakit, langsung mencari pertolongan kesehatan. Langsung ke rumah sakit," ujar Didi, Kamis (5/5/2022). 

Sebelumnya dilaporkan ada 3 anak di Jakarta yang meninggal dunia dengan dugaan tertular penyakit tersebut, dalam kurun waktu tiga minggu terakhir. 

Didi meminta agar para orangtua lebih menjaga kebersihan anak-anak mereka. Dengan menghindari tempat-tempat publik, seperti pegangan eskalator, tembok gedung mal, dan lain-lain. 

"Kalau bisa jangan dulu main di tempat-tempat permainan anak. Seperti mandi bola dan makan di tempat umum. Berenang juga dihindari," katanya.

Penyakit ini, kata dia, penularannya dari sentuhan. Bisa juga dari sendok dan makanan yang terkontaminasi. 

"Intinya dari cairan tubuh," ucapnya.

Baca: Kepri Mulai Waspadai Penularan Hepatitis Akut

Ia menuturkan, Kemenkes telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang menyebutkan agar seluruh dinkes di daerah untuk meminta agar seluruh fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) di masing-masing daerah dapat melaporkan kasus dengan gejala hepatitis.

"Baru dapat edaran dari kementerian semua faskes wajib melaporkan sistem kewasapadaan dini. Kita sudah buat edarannya agar faskes melapor ke kita," jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga segera membuat edukasi melalui flyer untuk cara menghindari penyakit hepatitis tersebut. 

(ret)