Bos Pfizer Ingatkan Pentingnya Vaksin ke-4

Bos Pfizer Ingatkan Pentingnya Vaksin ke-4

ilustrasi

Batam - Peringatan datang dari bos Pfizer bagi masyarakat yang sudah yang sudah di vaksin Covid-19 penuh, termasuk booster.

CEO Pfizer Albert Bourla, mengatakan, vaksin dosis keempat tetap masih dibutuhkan walaupun sudah mendapatkan suntikan vaksin penuh. Hal ini agar terus memberikan perlindungan kepada masyarakat.

Bourla menegaskan pernyataan tersebut dalam wawancara dengan media Amerika Serikat (AS), CBS, bertajuk Face the Nation.

Baca juga: Vaksinasi Covid Polsek Balai Karimun Diserbu Warga,Sehari Layani 190 Orang

"Saat ini, seperti yang kita lihat, perlu booster keempat sekarang," kata Bourla.

Perlindungan yang dimiliki dari vaksin ketiga dinilai cukup baik untuk melawan rawat inap dan kematian Covid-19. Tapi vaksin booster ini tidak terlalu bagus untuk melawan infeksi, karena tidak bertahan lama.

Pemberian vaksin dosis keempat memang bukan hal baru. Beberapa negara, seperti di Israel, Chile dan Jerman, dilaporkan sudah melakukan vaksin keempat.

Selama wawancara, Bourla pun menegaskan kembali tujuan perusahaannya. Yakni menciptakan vaksin yang efektif melawan semua varian Covid-19 untuk jangka waktu yang lebih lama.

"Kami bekerja sangat giat saat ini untuk membuat tidak hanya vaksin yang akan melindungi dari semua varian, termasuk Omicron, tetapi juga sesuatu yang dapat melindungi setidaknya selama satu tahun," katanya.

Baca juga: Capaian Vaksinasi Covid Pekerja Kawasan BIE Lobam Lebih 90 Persen

"Dan jika kita dapat mencapai itu, maka saya pikir itu sangat mudah untuk diikuti dan diingat sehingga kita dapat kembali ke kehidupan yang benar-benar dulu."

Informasi saja, Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat sudah menyetujui penyuntikan vaksin keempat. Vaksin booster kedua ini diberikan kepada warga berusia 50 tahun ke atas. Izin diterbitkan pada vaksin Pfizer dan Moderna.

Langkah ini diambil saat varian Omicron masih memiliki kekhawatiran baru terkait penyebarannya. Subvarian Omicron, BA.2, kini mendominasi kasus corona AS, seperti dilansir dari CNBC International

(fox)
Komentar Via Facebook :