Singapura Cabut Sebagian Besar Pembatasan Covid-19 Mulai Pekan Depan

Singapura Cabut Sebagian Besar Pembatasan Covid-19 Mulai Pekan Depan

Merlion Park, salah satu landmark Singapura. (Foto: ist)

Singapura - Pemerintah Singapura diperkirakan akan mencabut sebagian besar sanksi ketat yang berlaku menandai 'langkah penting' menuju fase kehidupan normal.

Awal bulan ini, Singapura membuka kembali perbatasannya untuk semua pengunjung yang divaksinasi penuh. Pendekatan serupa yang diambil oleh beberapa negara lain yang melonggarkan pembatasan perjalanan saat mereka beralih ke fase endemik Covid-19.

Dilansir AFP, pihak berwenang mengumumkan pencabutan semua persyaratan pengujian untuk pelancong yang telah divaksinasi mulai 26 April atau Selasa.

Jumlah infeksi harian dan tingkat rawat inap terus menurun selama beberapa minggu terakhir dengan rata-rata sekitar 3.100 kasus per hari, kata Kementerian Kesehatan dalam sebuah pernyataan media.

“Meskipun ini adalah langkah penting dalam kembalinya kita ke kehidupan normal, pandemi ini belum berakhir,” kata kementerian itu.

Juga mulai Selasa pekan depan, batas pertemuan kelompok dan persyaratan jarak aman akan dicabut dan semua karyawan akan diizinkan kembali ke kantor.

Masyarakat tidak lagi harus check-in menggunakan aplikasi pelacak kontak saat memasuki sebagian besar tempat, namun masker wajah tetap dibutuhkan saat berada di tempat ramai di gedung-gedung dan angkutan umum.

“Dengan semua perubahan ini, kami lebih bebas bernafas setelah dua tahun melalui tantangan yang sangat sulit melawan virus ini.

“Namun, kita harus selalu ingat bahwa kita semakin dekat ke garis finis tetapi balapan belum berakhir dan epidemi pasti belum berakhir,” kata Lawrence Wong, Wakil Ketua Gugus Tugas Pemerintah untuk Memerangi Covid-19.

Selain itu, dia memperingatkan pembatasan Covid-19 dapat diterapkan kembali jika varian baru menimbulkan ancaman.

Pada awal pandemi, negara berpenduduk 5,5 juta jiwa itu mencatatkan angka kasus Covid-19 yang rendah melalui penutupan dan penegakan sanksi yang ketat.

Singapura telah menghadapi wabah infeksi yang meluas sejak tahun lalu dan dengan pencapaian tingkat vaksinasi tertinggi di dunia, pihak berwenang beralih ke pendekatan langsung terhadap virus tersebut. 

(dod)
Komentar Via Facebook :