Halal Bihalal Tanpa Makan Minum, Akademisi Kepri Singgung Pemerintah Soal Booster

Halal Bihalal Tanpa Makan Minum, Akademisi Kepri Singgung Pemerintah Soal Booster

Ilustrasi

Batam, Batamnews - Pemerintah mengimbau kegiatan halal bihalal saat Idul Fitri tidak disertai makan dan minum di tempat guna menghindari penularan Covid-19. Hal itu menimbulkan kontra di tengah masyarakat.

Bagaimana tidak, setelah sebulan penuh berpuasa, masyarakat diimbau untuk tidak makan dan minum di tempat saat halal bihalal dilakukan.

Di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) saja, dominan masyarakat sepertinya keberatan dengan hal tersebut. Terbukti dari postingan perihal tersebut di Instagram @batamnewsonline yang dipenuhi komentar miring dan nyeleneh.

"Hanya gosip yang boleh," tulis akun Instagram @ani_*** di kolom komentar.

Baca juga: Dulu Bukber Tak Boleh Ngobrol, Kini Halal bi Halal Tak Boleh Makan-Minum

"Terus datang bertamu ke rumah orang kita ngapain, dong? Tatap-tatapan?," komen akun @papa_***.

Banyak lagi komentar hingga hujatan netizen ke pemerintah menyoalkan imbauan tersebut. Diketahui juga, dulu pun ada imbauan yang menuai kritik, yakni buka bersama tak boleh ngobrol.

Menyikapi hal tersebut, Akademisi asal Kota Tanjungpinang, Kepri, Robby Patria pun buka suara.

"Namanya halal bihalal pasti ada makan dan minum. Kan bisa habis makan tutup masker lagi. Apalagi saat makan warga tak mungkin bicara," ujarnya, Selasa (19/4/2022).

Baca juga: Muhammadiyah Tetapkan Lebaran Idul Fitri Senin 2 Mei 2022

Yang terpenting itu, bagi dia, ialah bagaimana pemerintah mengejar vaksinasi booster lebih masif ke masyarakat guna meningkatkan imunitas tubuh sebagai persiapan jelang lebaran nanti.

"Karena masih ada warga yang tak mau booster. Jadi itu jadi atensi untuk pemerintah supaya bagaimana upaya vaksinasi booster ini bisa dilakukan menyeluruh," kata Robby.

Di sisi lain, ia yakin bahwa masyarakat sudah terbiasa dengan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah. Pastinya penerapannya dilakukan dengan baik oleh warga di lebaran nanti.

"Ketika lebaran, halal bihalal, tentu warga sudah memahami bagaimana menyesuaikan dengan perilaku prokes selama lebaran. Karena kita sudah 2 tahun hidup bersama Covid," kata Robby.

(jun)
Komentar Via Facebook :