Vaksin Booster Akan Diwajibkan Jadi Syarat Perjalanan di Kepri

Vaksin Booster Akan Diwajibkan Jadi Syarat Perjalanan di Kepri

Kapal feri bersandar di Pelabuhan Domestik Tanjungpinang (Foto: Batamnews)

Tanjungpinang, Batamnews - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) terus mendorong masyarakat untuk mendapatkan vaksin Covid-19 lanjutan (booster). Bahkan ada wacana untuk menjadikan vaksin booster sebagai salah satu syarat perjalanan di Kepri.

"Mungkin nanti Pak Gubernur (Ansar Ahmad) akan mendorong booster ini menjadi syarat perjalanan di Kepri," kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Kepri, Tjetjep Yudiana kepada Batamnews, Selasa (22/3/2022) malam.

Disampaikan Tjetjep, Gubernur Ansar mengharapkan persentase pencapaian vaksin booster di Kepri pada akhir bulan Maret ini yakni, 30 persen.

Baca juga: Baru Mau Vaksin Booster? Kenali KIPI Pfizer dan Tips Mengatasinya

"Saat ini pencapaian booster baru 19,7 persen. Kira-kira tinggal 10 persen lagi atau sekitar 75.000 orang," ujarnya.

Kemudian di akhir bulan April, atau di penghujung bulan Ramadan dan Idul Fitri, diharapkan pencapaian menyentuh angka 50 persen. Saat ini diketahui perkembangan Covid-19 di Kepri cukup baik. Dimana untuk angka kasus baru menurun dan tingkat kesembuhan sangat banyak.

Apabila kondisi tersebut terus bertahan, maka dalam beberapa pekan ke depan wilayah Kepri sudah kembali masuk ke zona level 1 Covid-19, atau risiko penularan yang rendah. Bahkan Tjejep meyakini, Covid-19 di Kepri bisa menjadi endemi.

 

"Daerah Kepri sangat memungkinkan menjadi endemi," yakinnya.

"Keberhasilan vaksin booster akan lebih memberikan perlindungan masyakat Kepri untuk kuat mendapatkan  serangan Covid. Jika covid membaik maka kita akan kembali hidup normal," sambung dia.

Untuk syarat mendapatkan vaksin bosster juga tidak lagi enam bulan setelah vaksinasi primer kedua. Namun setelah 3 bulan vaksin kedua, masyarakat telah bisa mendapatkan vaksin booster.

"Pak Gubernur berharap mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat, perusahaan-perusahaan, masyarakat pelabuhan, PNS, tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk terus mendorong vaksin booster," katanya.

Baca juga: Jarak Booster Covid-19 Jadi 3 Bulan, Ini Kombinasi yang Dipakai di RI

"Kita harus ikut anjuran pemerintah untuk vaksin booster dan mendukung semua kebijakan yang dikeluarkan Gubernur," papar Tjetjep.

Sebelumnya, Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin juga menyebut booster akan dijadikan syarat untuk mudik Lebaran 2022.

Hal itu diungkapkan Wapres usai meluncurkan digitalisasi pertanian di Pondok Pesantren atau Kopontren Al-Ittifaq, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (22/3/2022).

“Nanti booster itu kita ingin jadikan sebagai syarat kalau nanti orang mau mudik. Selain vaksinasi sudah lengkap, dua kali, juga harus sudah di booster,” ungkap Wapres.

(cr1)


Komentar Via Facebook :
close

Aplikasi Android Batamnews