Analisis Pakar Dugaan Penyebab Kasus Covid-19 di Dunia Naik
ilustrasi
Batam, Batamnews - Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO melaporkan kasus positif Covid-19 mingguan dunia naik sebesar 8 persen. Padahal, kasus Covid-19 dunia sempat menurun sejak akhir Januari sampai awal Maret 2022.
Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan, ada banyak faktor yang membuat kasus Covid-19 dunia kembali meningkat. Di antaranya, kemungkinan karena pelonggaran restriksi di sejumlah negara.
Baca juga: Tak Melulu Gejala Omicron, Ini Sederet Penyebab Hidung Tersumbat
Kemudian karena varian Omicron BA.2 atau mungkin disebabkan variasi epidemiologis yang memang belum menetap polanya. Hingga saat ini, belum ada analisis ilmiah yang lengkap mengenai penyebab kasus Covid-19 dunia kembali naik.
"Yang jelas, informasi kasus beberapa negara dan dunia secara keseluruhan yang sudah turun lalu mulai naik lagi harus jadi perhatian kita juga di Indonesia," katanya, Jumat (18/3/2022).
Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara ini menyebut, fenomena kenaikan kasus setelah mengalami penurunan diperlihatkan sejumlah negara belakangan ini.
Baca juga: Mengenal Varian Deltacron, Kombinasi Delta-Omicron yang Bikin Geger Dunia
Seperti Inggris, pada 5 Januari 2022, kasusnya mencapai 194.494 orang. Sementara pada 25 Februari 2022 turun menjadi 31.885 orang. Namun, pada 14 Maret 2022 naik tajam lagi menjadi 170.814 orang.
Kemudian Belanda, pada 8 Februari 2022 kasusnya menyentuh 86.527 orang. Lalu berhasil turun ke angka 27.387 orang pada 26 Februari 2022. Tetapi, naik lagi mencapai 69.196 orang pada 11 Maret 2022.
Selain itu, ada Jerman mencatat kasus Covid-19 sebanyak 192.110 orang pada 10 Februari 2022. Lalu turun curam sekali menjadi 13.739 orang pada 2 Maret 2022. Kemudian naik lagi mencapai 205.571 orang pada 16 Maret 2022.
Selanjutnya Italia, pada 1 Januari 2022 kasusnya tercatat 220.519 orang. Negara tersebut berhasil menurunkan kasus cukup tajam pada 6 Maret 2022 menjadi 35.889 orang. Lalu mulai naik pada 16 Maret 2022 mencapai 74.157 orang.
Baca juga: Omicron Belum Kelar, WHO Umumkan Deltacron Serang Eropa dan AS
Prof Tjandra mengatakan Indonesia patut bersyukur karena kasus Covid-19 terus menurun. Namun sayangnya, penurunan kasus diiringi dengan berkurangnya testing Covid-19.
Saat puncak gelombang ketiga pada 16 Februari 2022, kasus Covid-19 bertambah sebanyak 64.718 orang. Temuan itu berdasarkan pemeriksaan PCR 104.855, antigen 243.225 sehingga total testing 348.080.
"Sementara data kemarin 17 Maret 2022, jumlah kasus harian memang jauh lebih rendah dari 60 ribuan dan menjadi 11.512 orang. Tapi itu berdasar jumlah test yang lebih rendah pula, PCR 36.007 test, antigen 88.996 dan total test 125.003. Kita tetap perlu waspada," tegasnya.
Komentar Via Facebook :