Penjelasan Manajemen RS Awal Bros soal PHK Sondang Olivia

Penjelasan Manajemen RS Awal Bros soal PHK Sondang Olivia

Ilustrasi.

Batam, Batamnews - Manajemen Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) Batam, Kepulauan Riau (Kepri) buka suara terkait permasalahan yang menimpa eks karyawannya, Sondang Olivia beberapa waktu lalu.

Sondang Olivia dituduh telah menerima pungli. Atas itu, yang bersangkutan pun akhirnya di PHK oleh pihak rumah sakit.

Manager Marketing dan Humas RSAB Batam, dr Shinta Trilusita menjelaskan kejadian tersebut. Manajemen RSAB mendapatkan laporan dari customer care, bahwa ada komplain terkait ban mobil yang kempes di area parkir. 

Hasil penelusuran masalah ini mengarah pada kejadian yang melibatkan salah satu karyawan RSAB yakni Sondang Olivia yang kendaraannya terhalang oleh pemilik mobil tersebut. Olivia pun disebut telah melakukan pungli dengan meminta dan menerima uang ganti rugi.

"Karyawan tersebut (Olivia) dipanggil oleh bagian SDM RSAB, kemudian diminta untuk membuat kronologis lengkap kejadian saat itu dan diakuinya telah memarahi dan memaki ibu yang mobilnya menghalangi kendaraannya, serta meminta ganti rugi sebesar Rp 1 juta. Namun karena ibu tersebut hanya mempunyai uang Rp 500 ribu, maka terjadilah transaksi sebanyak uang yang dimiliki oleh ibu tersebut," kata Shinta, Rabu (16/3/2022).

Dijelaskannya, RSAB sudah memiliki sertifikat akreditasi dan ISO, sehingga sudah memiliki aturan yang jelas mengenai SDM.

Baca: Kena PHK, Eks Karyawan RS Awal Bros Curhat ke DPRD Batam

Berdasarkan peraturan perusahaan yang berlaku di RSAB, hal tersebut termasuk melakukan pungli di lingkungan perusahaan, sehingga karyawan tersebut diberikan Surat Peringatan (SP).

"Karyawan tersebut tidak terima dan tidak mau menandatangani Surat Peringatan tersebut, sehingga diberikan tindakan pembinaan dengan memindahkan bagian kerjanya yang sebelumnya di Bagian Keuangan ke Bagian Rekam Medis," katanya.

Kemudian RSAB menerima surat somasi dari karyawan tersebut melalui kuasa hukumnya sebanyak dua kali. Hal tersebut, tambahnya, memperlihatkan itikad yang tidak baik dalam menyelesaikan masalah antara karyawan dan perusahaan.

Dari itu, pihak RSAB mengeluarkan SP kembali kepada Olivia. Yang bersangkutan pun diberikan pembinaan dengan dipindahkan ke Bagian Gizi.  

"Karyawan tersebut tidak terima dan tidak memenuhi pekerjaannya. Kemudian karyawan tersebut membuat pernyataan kepada media dengan statement yang menyalahkan RSAB dan menunjukkan sikap tidak bersalah, hingga diambil keputusan untuk memberikan sanksi PHK terhadap dia," ujar Shinta. 
 


Komentar Via Facebook :
close

Aplikasi Android Batamnews