Gejala 'Son of Omicron' Vs Omicron Biasa, Mana yang Lebih Parah?

Gejala

Omicron Variant on test tube - New Variant of Covid 19 Son of Omicron vs Omicron (Foto: Getty Images/iStockphoto/DMEPhotography)

Muhammad Ikhsan

Jakarta, Batamnews - Sub varian Omicron atau disebut siluman Omicron (BA.2) belakangan ini diketahui tengah merebak di sejumlah negara, termasuk Indonesia.

 

Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes), sudah ada 332 kasus siluman Omicron (BA.2) yang teridentifikasi di Indonesia.

"Sudah ada 332 kasus ya," beber dr Siti Nadia Tarmizi, juru bicara vaksinasi COVID-19 Kemenkes, via detikcom Jumat (4/3/2022).

Baca juga: Dampak Covid-19 Varian Omicron Bagi Masyarakat

Diprediksi siluman Omicron (BA.2) ini lebih cepat menular dan meningkatkan keparahan. Meskipun begitu, siluman Omicron masih belum bisa dipastikan secara jelas terkait perbedaan gejala dengan strain aslinya. Pasalnya, gejala yang dimunculkan disebut mirip dengan Omicron asli (BA.1).

"Masih batuk dan pilek (gejala yang paling banyak dilaporkan)," kata dr Nadia.

Dikutip dari The Sun, studi Zoe COVID-19 Inggris menemukan gejala Omicron BA.2 yang cukup beragam seperti:

Pilek
Sakit kepala
Sakit tenggorokan
Bersin
Batuk terus menerus
Suara serak
Nyeri sendi/otot tak biasa
Demam menggigil
Pusing
Sakit mata
Kabut otak (brain fog)
Kurangnya nafsu makan
Sakit dada
Sakit telinga

Gejala Omicron Biasa (BA.1)

Aplikasi ZOE COVID Study Inggris juga membeberkan gejala Omicron yang paling umum dialami oleh banyak pasien. Dikutip dari Deseret News, berikut informasinya:

Hidung berair
Sakit kepala
Kelelahan
Bersin
Sakit tenggorokan
Batuk terus-menerus
Suara serak
Menggigil atau menggigil
Demam
Pusing
Kabut otak
Nyeri otot
Kehilangan penciuman
Sakit dada

Baca juga: Kemenkes Temukan 332 Kasus 'Siluman Omicron' BA.2, Ini Gejala Terbanyak

Sebagaimana informasi, siluman Omicron merupakan turunan dari varian Omicron asli (BA.1) yang kini telah diselidiki oleh sejumlah pakar termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Galur BA.2, yang berbeda dengan BA.1 di beberapa mutasi, termasuk protein spike, meningkat di banyak negara," tulis WHO di situsnya.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :