Penyerapan Dana Bansos Naik 1.000 Persen Jelang Pilkada, Mendagri Warning Kepala Daerah
Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo. (foto: ist/net)
BATAMNEWS.CO.ID, Jakarta - Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, kembali mengingatkan para kepala daerah untuk tidak memanfaatkan dana bantuan sosial bagi kepentingan pribadi dan pilkada. Sebab, ada indikasi mencurigakan pemakaian dana bansos menjelang Pilkada.
Menurutnya, kenaikan serapan anggaran khusus untuk alokasi dana hibah dan bansos menjelang akhir tahun 2015 melonjak, bahkan mendekati 1.000 persen.
"Yang menarik di negara kita ini, awal-awalnya penyerapan anggaran di daerah begitu lamban tapi begitu masuk ke November ini begitu luar biasa. Setelah kita data memang ada tingkat kenaikan yang luar biasa. Ada yang mendekati 1.000 persen. Ada yang mendekati 200 persen," katanya di Taman Mini Indonesia Indah, Sabtu (14/11/2015).
Tjahjo Kumolo, mewant-wanti meminta kepada seluruh kepala daerah agar memberikan dana bantuan sosial (bansos) tepat sasaran kepada yang benar-benar membutuhkan.
"Dana bansos itu harus tepat sasaran, selektif, tidak digunakan untuk kegiatan-kegiatan yang sifatnya politis. Ini kan bantuan sosial yang sifatnya negara lewat anggaran depsos, diknas, kesehatan, termasuk APBD daerah untuk kepentingan masyarakat," kata Tjahjo.
Tjahjo menegaskan, dana bansos tak boleh dimanipulasi, karena itu merupakan bagian untuk mensejahterakan masyarakat. "Jangan dimanipulasi, jangan dipotong karena dana bansos itu milik rakyat, dibutuhkan oleh rakyat," terang Tjahjo.
(ind/bbs)

Komentar Via Facebook :