PT BOF Bintan Ekspor 5 Kontainer Olahan Kelapa ke Jerman dan Bangladesh

PT BOF Bintan Ekspor 5 Kontainer Olahan Kelapa ke Jerman dan Bangladesh

PT BOF ekspor 5 kontainer produk olahan kelapa ke dua negara yakni, Jerman dan Bangladesh (Foto: ist)

Bintan, Batamnews - PT Bionesia Organik Foods (BOF) yang berada di Kawasan Industri Lobam, Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), kembali melakukan ekspor olahan kelapa ke Jerman dan Bangladesh pada Jumat (11/2/2022).

Staf Shipping PT BOF, Alfia mengatakan, pada bulan ini perusahaannya telah mengekspor 5 kontainer olahan kelapa ke 2 negara. Yaitu 4 kontainer berisikan santan organik ke Jerman dan 1 kontainer kelapa parut kering ke Bangladesh.

"Untuk 4 kontainer santan yang diekspor itu memiliki volume 97,7 ton dan 1 kontainer kelapa parut kering memiliki volume 20 ton," ujar Alfia, kemarin.

"Alhamdulillah ini awal yang baik, rencana kami diakhir bulan ini akan ada pengiriman lagi," sambungnya.

Baca juga: Bisnis Arang Batok Kelapa di Bintan Tembus Pasar Malaysia

Kepala Karantina Pertanian Tanjungpinang, Raden Nurcahyo Nugroho mengatakan, santan dan kelapa parut kering merupakan produk olahan kelapa yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan rumah tangga hingga industri.

"Karantina Pertanian Tanjungpinang memfasilitasi kelancaran ekspor yang dilakukan PT BOF. Baik ke Jerman maupun ke Bangladesh,' katanya.

Karantina Pertanian Tanjungpinang mencatat ekspor olahan kelapa yang dilakukan PT BOF mengalami peningkatan. Pada 2021, perusahaan ini hanya mengekspor santan kelapa sebanyak satu kontainer, sementara di awal 2022 ini telah mengekspor langsung 4 kontainer santan ke Jerman.

Peningkatan ekspor produk olahan kelapa hingga tiga kali lipat lebih tersebut merupakan jawaban optimisme PT BOF dalam mensukseskan program gerakan tiga kali lipat ekspor (GraTiEks) komoditas pertanian.

Baca juga: PT BIS Kembalikan Uang Rp 1,7 M terkait Dugaan Korupsi Lahan

"Dukungan pemerintah daerah dan instansi terkait dalam memberikan kemudahan pengurusan perizinan dan sertifikasi, tentu sangat mempengaruhi keberlangsungan industri dan kelancaran ekspor," ucapnya.

Pihaknya akan terus memfasilitasi ekspor komoditas pertanian dengan sertifikasi. Bahkan pelayanan sertifikasi pun dipermudah dengan layanan AKTIF Ekspor.

Pejabat Karantina nantinya melakukan pemeriksaan dan memantau proses muat ke dalam kontainer. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan bahwa komoditas yang dikirim sesuai dengan dokumen yang menyertai, sehat dan aman.

Setelah melalui proses pemeriksaan, selanjutnya Pejabat Karantina menerbitkan Sertifikat Kesehatan. Sertifikasi merupakan jaminan pemerintah demi keberterimaan komoditas pertanian di negara tujuan.

"Layanan AKTIF Ekspor dan klinik ekspor tidak lain bertujuan untuk mensukseskan program Gratieks," pungkasnya.

(ary)
Komentar Via Facebook :