Buruh, Waspadalah. Inilah 5 Tanda Perusahaanmu akan Lakukan PHK Massal
BATAMNEWS.CO.ID - Perhatian untuk buruh, kondisi perekonomian dunia sampai saat ini masih terguncang. Banyak pengusaha yang memilih mengambil langkah pemutusan hubungan kerja (PHK) secara besar-besaran.
Mantan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Suryo Bambang Sulisto menuturkan, kondisi ini banyak terjadi pada industri padat karya.
"Properti, otomotif, retail dan konsumen produk. Itu semua lagi menurun," tuturnya.
Dilansir dari Business Insider, Kamis (12/11), sebuah hasil penelitian mengungkapkan perusahaan akan melakukan sejumlah sinyal sebelum melaksanakan PHK besar-besaran.
Jika perusahaan tempat Anda bekerja menunjukkan kombinasi dari sejumlah tanda-tanda ini maka mulailah menyiapkan langkah antisipasi.
1.Bos mengumumkan rencana PHK
Seperti yang terjadi pada Twitter di mana sang bos besar Jack Dorsey mengirimkan memo untuk pekerjanya mengenai detail PHK. Selain itu, tanda lain yang bisa ditangkap ialah pejabat-pejabat tinggi di perusahaan sudah angkat kaki.
2.Bos kerap mengucapkan kata restrukturisasi
Hewlett-Packard, perusahaan IT ternama asal Amerika, telah melakukan PHK pada karyawannya sejak 2008. Darinya bisa dilihat sejumlah cara tidak langsung untuk mengatakan pemecatan.
CEO Meg Whitman dan pejabat HP lainnya kerap menggunakan istilah pengetatan, restrukturisasi, pengelolaan ulang, dan lain sebagainya.
3.Ditawarkan kontrak kerja yang tak bisa dinegosiasikan
Perusahaan apabila menawarkan sebuah kontrak kerja baru tanpa bisa dinegosiasikan bisa menjadi tanda bakal dilakukan PHK besar-besaran. Anda bisa mulai membesarkan hati jika ini terjadi.
Perusahaan akan memberi pilihan mengambil tawaran kontrak baru atau Anda akan terkena PHK.
4.Perusahaan melakukan perekrutan besar-besaran
Groupon, situs jual beli diskon, menjadi salah satu contoh saat mereka baru membuka kantor resminya di Korea. Perusahaan saat itu menarik sekitar 300 pekerja baru tiap minggunya. Saat itu, Groupon berniat ekspansi ke lebih dari 40 negara.
Namun, awal tahun ini, perusahaan mengumumkan akan memPHK sekitar 1.100 pekerja dan menutup cabang di 7 negara.
5.Perusahaan diambil alih perusahaan lain
Laporan Fortune mencatat pada saat perusahaan keju Kraft merger dengan Heinz pada Maret lalu, sedikitnya 2.500 orang terkena PHK.
Merger memang terkadang memakan korban, PHK adalah salah satunya.
Sumber: merdeka
[rul]

Komentar Via Facebook :