Sedang Isolasi, Menlu Singapura Tak Ikut Hadiri Pertemuan Jokowi-PM Lee

Sedang Isolasi, Menlu Singapura Tak Ikut Hadiri Pertemuan Jokowi-PM Lee

Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan. (Foto: Channel News Asia)

Singapura - Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan dipastikan absen dalam Retret Pemimpin Singapura-Indonesia, di Bintan, Kepulauan Riau, Selasa (25/1/2022).

Balakrishnan tidak bisa hadir setelah dirinya menerima peringatan risiko kesehatan terkait dengan Covid-19.

Dalam sebuah posting Facebook pada Selasa pagi, Balakrishnan mengatakan dia telah dites negatif untuk Covid-19 dan akan menjalani periode pemantauan selama tujuh hari.

Ia mengatakan Menteri Senior Negara Urusan Luar Negeri Sim Ann akan menggantikannya di retret tersebut.

Peringatan risiko kesehatan diberikan kepada orang yang diidentifikasi sebagai kontak dekat dari kasus Covid-19, berdasarkan data TraceTogether dan SafeEntry.

Mereka yang telah diberi peringatan risiko kesehatan secara hukum diharuskan untuk segera mengisolasi diri dan melakukan tes antigen cepat (ART) dalam waktu 24 jam. Mereka dapat melanjutkan aktivitas normal mereka untuk hari itu jika tesnya dinyatakan negatif.

“Sementara itu, saya akan mengikuti Protokol 3 dan melakukan tes ART secara rutin selama tujuh hari ke depan,” kata Balakrishnan dilansir Channel News Asia.

"Saya telah melakukan tes ART secara teratur sebelum pertemuan dan acara selama berbulan-bulan, jadi tes yang sering sudah menjadi bagian dari rutinitas saya," imbuhnya.

Selama retret, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dan Presiden Indonesia Joko Widodo akan menyaksikan penandatanganan dan pertukaran perjanjian ini dinegosiasikan berdasarkan Kerangka Diskusi yang diumumkan pada Retret Pemimpin terakhir pada 2019.

Rangkaian kesepakatan tersebut mencakup penataan kembali perbatasan antara Jakarta Flight Information Region (FIR) dan FIR Singapura, serta perjanjian ekstradisi buronan.

(dod)