Rumah Tua di Kampung Tua Batu Merah Batam Terbakar Tinggal Puing

Rumah Tua di Kampung Tua Batu Merah Batam Terbakar Tinggal Puing

Jasmin berdiri di antara puing-puing rumahnya yang hangus terbakar di Kampung Tua, Kelurahan Batu Merah, Kecamatan Batu Ampar. (Foto: Juna/Batamnews)

Batam, Batamnews - Nestapa dirasakan Jasmin (63), warga Kampung Tua RT 14/ RW 04, Kelurahan Batu Merah, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam. Rumah tuanya habis dilalap api saat hendak direnovasi.

Niat hati ingin merenovasi, namun sayang rumahnya habis dilahap si jago merah. Dalam waktu satu jam, hunian Jasmin seketika rata dengan tanah.

"Saya tidak tau kronologisnya. Soalnya saya tak di rumah. Rumah ini kosong," ujar dia.

Baca juga: Polisi Selidiki Kebakaran Ruang Fraksi Hanura DPRD Batam, Ini Dugaan Sekwan

Namun menurut keterangan warga sekitar, semula api bersumber dari dapur rumah. Dengan sekejap api merembet ke ruangan depan rumah.

Dari info yang didapat, kejadian bermula sekitar pukul 12:30 WIB. Kebakaran berlangsung selama kurang lebih 1 jam. Warga sekitar berjibaku padamkan api sebelum petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) datang memberi bala bantuan.

Kerugian ditaksir puluhan juta. Di dalam rumah itu, masih banyak perabotan yang tersisa; kursi, meja, lemari. Ada juga beberapa peralatan elektronik yang ikut dilalap api.

Belum diketahui pasti penyebab kebakaran. Warga sekitar pun enggan menduga-duga pemicu api bersumber dari mana.

Rumah kayu tersebut kini rata dengan tanah. Bekas papan yang sudah jadi arang, seng yang hangus dikumpulkan jadi satu tumpukan. Tapi, ada juga beberapa barang yang dapat diselamatkan.

Niat Jadikan Rumah Tahfidz Quran

Jasmin punya niat mulia, menjadikan rumah tersebut sebagai taman baca Al-Qur'an. Nasi sudah menjadi bubur, ia hanya bisa pasrah dengan cobaan.

"Niat saya mau bikin tempat ngaji di sini, Pak. Kebetulan anak saya itu hafidz quran. Tapi mau bagaimana lagi, sudah musibah," katanya.

Meski dilanda cobaan, raut wajah Jasmin masih tampak sumringah meladeni setiap pertanyaan wartawan. Matanya masih berkaca-kaca, tanda tak kuasa menahan kesedihan.

Beberapa warga datang menghampiri memberikan semangat morel pada Jasmin. Ucapan belasungkawa juga turut terdengar, termasuk juga doa dihaturkan sebagai penguat hati pria paruh baya itu.

Baca juga: Banyak Dokumen Musnah Pasca Kebakaran Kantor Diskominfo dan Inspektorat Natuna

Masih terngiang diingatan Jasmin kala dulu masih menghuni rumah tua itu. Banyak kenangan bersama keluarga dirasakan. Pantas saja ia enggan menjual, meski banyak tawaran dari beberapa orang yang ingin membelinya.

"Ini rumah tua, Pak. Dibangun tahun 1983. Dulu saya sama keluarga di sini tinggalnya. Tapi sekarang saya sudah pindah di daerah Teluk Bakau. Karena jarang dihuni, jadi saya mau merenovasi (rumah) untuk dijadikan rumah tahfidz," ujarnya.

Kendati dihampiri musibah ini tekadnya tak sirna. Jasmin akan segera mendirikan hunian baru di lokasi tersebut. Masih dengan niat yang sama, menjadikan rumah tersebut sebagai rumah tahfidz quran. 

(jun)