Banyak Dokumen Musnah Pasca Kebakaran Kantor Diskominfo dan Inspektorat Natuna

Banyak Dokumen Musnah Pasca Kebakaran Kantor Diskominfo dan Inspektorat Natuna

Gedung yang sebelumnya ditempati Diskominfo dan Inspektorat Daerah Pemkab Natuna rusak parah usai terbakar 18 Desember 2021 lalu. (Foto: Yanto/Batamnews)

Natuna, Batam - Sejumlah kendaraan bolak-balik, Selasa (28/12/2021) di bangunan gedung yang luluh lantak akibat kebakaran di kawasan perkantoran Pemkab Natuna, di Kompleks Bukit Arai.

Kendaraan ini milik dua OPD di Pemkab Natuna yang sebelumnya berkantor di gedung tersebut. Dua OPD ini yakni Dinas Komunikasi dan Informatika dan Inspektorat daerah. 

Musibah kebakaran itu memaksa dua dinas itu hengkang mencari gedung lain untuk berkantor.

Baca juga: Kondisi Terkini Server Gedung Diskominfo Natuna yang Terbakar

Diskominfo kini menempati eks Kantor Samsat di Jalan DKWM Benteng, Ranai. Sementara Inspektorat daerah akan menempati gedung lain, masih di kompleks Bukit Arai.

Gedung yang ditempati Inspektorat yakni gedung baru yang sedianya akan diisi oleh Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu ( DPM-PTSP).

Kedua instansi ini mencoba mengevakuasi dokumen, barang dan peralatan yang ada di bangunan gedung tersebut. 

Diberitakan sebelumnya, kebakaran itu terjadi pada Sabtu (18/12/2021) lalu. Kobaran api tampak besar. Api menghanguskan ruangan di lantai dua 

Sudah 10 hari setelah musibah itu, puing-puing bekas kebakaran tampak masih belum dibersihkan. Bagian atap terlihat sudah menjadi puing. Sisa-sisa atap berserakan di pinggir gedung

Kepala Diskominfo Natuna, Raja Darmika mengatakan jika saat ini pihaknya masih berproses untuk menyiapkan kantor.

Baca juga: Diskominfo Natuna Terbakar, Kadis Pesimis Dokumen Penting Selamat

"Kami sedang menyiapkan meja dan kursi kerja untuk kantor kami sementara di bekas kantor Samsat lama," terangnya, Selasa (28/12/2021) siang. 

Ia memastikan tidak ada permasalahan dalam operasional pekerjaan dinasnya, semua pegawai Kominfo sudah mulai bekerja seperti biasa. 

"Hanya saja terkait dokumen dokumen yang terbakar, sudah tidak bisa diselamatkan lagi, namun yang sudah digital ada yang tersimpan di pusat data nasional dan di laptop masing masing Alhamdulilah, masih bisa diselamatkan," ucapnya.

(Yan)