Ambisi Witan Dapat Banyak Menit Bermain di Lechia Gdansk

Ambisi Witan Dapat Banyak Menit Bermain di Lechia Gdansk

Witan bertekad mendapat menit bermain lebih banyak di Lechia Gdansk. (AFP/ROSLAN RAHMAN)

Jakarta, Batamnews - Winger Timnas Indonesia Witan Sulaeman mengaku sedang memikirkan nasibnya di Lechia Gdansk dan untuk sementara fokus berjuang mendapat menit main.

Hal itu diungkapkan Witan saat ditemui seusai pelepas Timnas Indonesia dari Piala AFF di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (6/1/2022). Sepulang dari Piala AFF pemain Timnas Indonesia menjalani karantina lima hari di Sultan.

Baca juga: Shin Tae-yong Dorong Pemain Timnas Indonesia Tiru Egy dan Witan

"Untuk itu [masa depan di Lechia Gdansk] saya lagi memikirkan. Saat ini saya diberi libur satu minggu dahulu untuk pulang ke rumah, setelah itu saya akan pikirkan lagi," kata Witan.

"Buat saya pribadi mau fokus ke tim [Lechia Gdansk] dulu. Saya ingin dapat menit bermain juga, intinya saya mau menit lebih karena bagus buat saya," ucap pemain yang jadi pencipta assist terbanyak Piala AFF itu.

Pemain asal Palu itu mengatakan, selama Piala AFF 2020 (2021) berlangsung tidak pernah berkomunikasi dengan klub. Yang melakukan komunikasi adalah sang agen, dalam hal ini Dusan Bogdanovic.

Adapun Witan mendapat kontrak dua tahun dari mantan klub Egy Maulana Vikri tersebut. Witan resmi mendapat kontrak dari Gdansk pada 1 September 2021 hingga 30 Juni 2023 atau tersisa satu setengah musim lagi.

Mengenai rumor yang beredar bahwa beberapa pemain Timnas Indonesia dilirik klub luar negeri, disambut baik. Pemain 20 tahun ini yakin masa depan sepak bola Indonesia akan semakin baik dalam beberapa tahun ke depan.

Baca juga: Klub Korsel Diklaim Tertarik Rekrut Bek Timnas Indonesia Pratama Arhan

Beberapa pemain yang dirumorkan diminati klub luar adalah Pratama Arhan, Alfeandra Dewangga, juga Ricky Kambuaya. Namun semuanya baru sebatas rumor dan belum ada kepastian soal penawaran kontrak.

"Itu baik buat mereka [pemain yang diminati klub luar negeri] sehingga bisa melihat dan banyak pengalaman dari sepak bola luar bagaimana, karena budaya kita dan mereka berbeda.

"Kita sama-sama bisa belajar bagaimana melihat budaya sepak bola luar sehingga bisa mempelajarinya," ucap pemain yang sempat berkarier di Serbia bersama Radnik Surdulica pada 2020 tersebut.

(fox)