Petugas PCR Bandara Terpapar Omicron, Kapolri Minta Perketat Prokes

Petugas PCR Bandara Terpapar Omicron, Kapolri Minta Perketat Prokes

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (dok ist).

Jakarta, Batamnews - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, adanya petugas Polymerase Chain Reaction (PCR) yang tertular virus varian baru Omicron. Hal ini disampaikan saat launching Vaksinasi Merdeka Anak di kawsan Jakarta Pusat.

"Kita dapat info bahwa beberapa rekan kita yang menjadi petugas PCR di bandara beberapa orang tertular varian baru Omicron," kata Sigit, Rabu (5/1/2022).

Baca juga: Alat PCR Seharga Rp 1,2 M Mangkrak, Kejaksaan Periksa Dirut RSUD Bintan

Dengan adanya yang tertular virus varian baru tersebut, ia ingin memperkuat pos-pos titik masuk mulai bandara hingga pelabuhan yang ada.

"Ini jadi warning bagi kita, tolong walaupun sudah divaksin jangan lupa aturan prokes. Karena tingginya resiko kita semua yang setiap hari, setiap saat berada di ruang publik memiliki resiko tertular lebih cepat," ujarnya.

Selain itu, tak hanya petugas PCR yang terpapar varian baru Omicron saja. Melainkan adanya anak-anak yang terpapar varian baru dan delta.

"10,2 persen anak-anak kita juga beberapa waktu lalu terkonfirmasi varian baru dan delta, ini jadi tugas kita," ungkapnya.

"Apalagi saat ini kita semua melihat ada varian baru omicron sampai hari ini terus berkembang kurang lebih ada 199 negara di dunia yang saat ini angka-angkanya terus bertambah," sambungnya.

Sementara di Indonesia sendiri, disebutnya ada 254 kasus dan terus bertambah. Dimana 239 berasal dari pelaku perjalanan luar negeri dan sementara saat ini sudah ada 15 orang ditemukan tertular terkonfirmasi positif karena transmisi lokal.

Baca juga: Batam Waspadai PMI Pulang Bawa Tes PCR Palsu, Jalur Laut Diperketat

"Ini adalah tantangan kedepan karena varian Omicron miliki 5 kali lebih cepat penularannya. Ini tantangan kita, bagaimana angka ini bisa kita hadapi dengan melakukan upaya yang selama ini sudah kita laksanakan bagaimana prokes, 3M khususnya memakai masker dan akselerasi vaksinasi karena ini kunci dari upaya kita betul-betul bisa mengendalikan laju Covid," ucapnya.

Menurutnya, dengan adanya vaksinasi ini membuktikan dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan tentunya memiliki proteksi yang lebih tinggi.

"Dari hasil survey beberapa waktu lalu dari Kementerian Kesehatan dalam hal ini peneliti melihat bahwa saat ini 83-92 persen masyarakat khususnya yang sudah divaksin ini memiliki kekebalan, sementara dari usia 1-11 tahun saat ini memiliki kekebalan 71,4 persen lebih rendah. Sehingga mau tidak mau kita memberikan percepatan vaksinasi," jelasnya.

 

Meskipun sudah tervaksin, tidak bisa dipastikan tidak akan terpapar virus. Akan tetapi, mereka yang sudah tervaksin akan terpapar virus tersebut dengan gejala ringan.

"Artinya bagi mereka yang sudah divaksin masih bisa kena, namun gejalanya ringan. Sementara yang sudah divaksin itu berpotensi terhadap vatalitas, ini yang menjadi tantangan kita kedepan untuk bagaimana akselerasi vaksinasi ke anak-anak kita," ungkapnya.

"Karena bapak presiden telah buka PTM 100 persen dan di satu sisi ini kebutuhan anak-anak kita yamg selama ini kehilangan kesempatan waktu untuk belajar karena pembelajaran jarak jauh," tutupnya.

(fox)