Bupati Gusar Kenapa Banyak Janda di Karimun Tahun Ini
Bupati Karimun, Aunur Rafiq. (Foto: Edo/Batamnews)
Karimun, Batamnews - Kasus perceraian di Kabupaten Karimun sejak awal tahun 2021 cukup tinggi, mencapai lebih dari 500 kasus.
Bupati Karimun, Aunur Rafiq pun jadi gusar. Hal itu disampaikan saat kegiatan Gabungan Organisai Wanita (GOW) di Gebung Nasional.
Baca juga: Emosi Ditelpon Tak Diangkat, Duda di Bintan Nekat Bunuh Janda Anak Dua
Sehingga, hal itu juga menjadi salah satu pekerjaan dan tugas GOW dalam menekan angka perceraian di Kabupaten Karimun.
Ia mengatakan diperlukannya gagasan bagaimana kasus perceraian di Kabupaten Karimun tidak tinggi.
"Ini menjadi PR kenapa bisa begitu tinggi, bisa sampai lebih dari 500 kasus," kata Bupati Rafiq.
Organisasi wanita juga diminta untuk dapat membandingkan antara angka pernikahan dengan perceraian dalam setiap tahunnya.
"Sehingga, gagasan dan ide-ide untuk pencegahan bagi keluarga dan masyarakat di Kabupaten Karimun dapat dilakukan," kata Rafiq.
Baca juga: Terdakwa Pembunuhan Janda di Tanjungpinang Dituntut 12 Tahun Penjara
Bupati mengaku heran dengan tingginya angka perceraian. Bahkan, sebelum dilakukan pernikahan juga ada yang dinamakan penataran atau juga penasehat perkawinan.
"Sebenarnya P4 itu sudah ada, begitupun penasehat perkawinan juga sudah ada, tapi kenapa perceraian masih tinggi. Makanya ibu-ibu harus masuk kesitu. Angka perceraian tahun 2021 yang cukup tinggi ini saya dapatkan dari Pengadilan Agama," katanya.
Kasus perceraian menurut Rafiq, tidak hanya terjadi pada masyarakat umum, tapi juga kerap terjadi pada ASN Pemkab Karimun.
Hal itu juga dibuktikan dengan seringnya Rafiq menandatangani berkas perceraian dari para pegawai ASN di lingkungan Pemkab Karimun.
Baca juga: Wali Kota Tanjungpinang Rahma Menjanda di Film Janji di Atas Pelantar
Hal itu menurutnya menjadi beban pikiran, karena menandatangani persetujuan perceraian itu sangat berat.
"Memang memang akhir-akhir ini ini saya menandatangani berkas proses perceraian yang cukup banyak. Terkadang saya sambil berpikir kenapa bisa seperti ini, tapi memang tidak bisa tahan lagi karena proses sudah dijalani, akhirnya saya tandatangani berkasnya dengan bismillah," ujar bupati.
Dia berpesan kepada GOW agar dapat jadikan angka perceraian yang begitu tinggi di Kabupaten Karimun sebagai bahasan bersama ke depan untuk melakukan pembinaan keluarga di Kabupaten Karimun.

Komentar Via Facebook :