Duh, Gadis di Karimun Ini Tak Sengaja Telan Jarum saat Bermain

Duh, Gadis di Karimun Ini Tak Sengaja Telan Jarum saat Bermain

Hasil rontgen terdapat dua jarum di dalam tubuh Fitri (Foto:ist)

Karimun, Batamnews - Nasib malang menimpa Fitri Ramadani (16), gadis asal Moro, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri). Siswa kelas IX SMP Negeri 1 Moro itu tertelan jarum.

Dari hasil rontgen yang diperlihatkan, ada dua buah jarum terlihat pada bagian tubuh Fitri. Dari keterangan yang didapat, jarum tersebut tidak sengaja tertelan dan masuk dalam tubuh gadis 16 tahun itu.

Peristiwa ini terjadi pada Kamis (18/11/2021). Kala itu Fitri tengah bermain bersama teman-temannya, dan ia menjepit jarum pada mulut. Entah bagaimana, sadar atau tidak, Fitri yang tengah asik bermain itu, minum dan jarum masuk bersama air yang dia minum.

Baca juga: Objek Wisata di Karimun Tetap Buka saat PPKM Level 3 Libur Nataru

Setelah itu, Fitri merasa sakit dibagian perutnya dan baru menyadari bahwa jarum yang sebelumnya ada di mulutnya telah tertelan.

"Dia memainkan jarum itu di mulutnya, karena tidak sadar dia kemudian minum. Ternyata, setelahnya dia merasa sakit di perut dan baru lah dia sadar telah menelan jarum tersebut," kata paman Fitri, Sazuki, saat dihubungi wartawan.

Karena sakit pada bagian perut setelah menyadari menelan jarum, Fitri dibawa ke Puskesmas Moro untuk dilakukan pengobatan. Namun, karena keterbatasan alat, Fitri kemudian dilarikan ke RSUD Muhammad Sani Karimun untuk dilakukan rontgen.

"Setelah di rontgen, terlihat jelas kedua jarum itu berada di bagian perutnya," ucap Sazuki.

Untuk mengeluarkan jarum tersebut, harus dilakukan tindakan operasi. Dan untuk operasi harus dilakukan di RS Awal Bros Batam, sebab RSUD Karimun terkendala dengan peralatan.

Meskipun begitu, untuk mejalani operasi membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sementara, sebelumnya Fitri tidak terdaftar di BPJS Kesehatan.

Sehingga, untuk tindakan operasi belum bisa dilakukan, sebab tidak memiliki biaya. Maka, harus menunggu pengurusan BPJS selesai dan dapat digunakan untuk pengobatan Fitri.

Sazuki mengatakan, pihak keluarga sudah mendaftarkan Fitri ke BPJS Kesehatan. Meskipun, harus khawatir kondisi Fitri semakin buruk karena lambat dioperasi.

Baca juga: Bupati Rafiq Salurkan Bantuan Kapal dan Jaring Nelayan di Tebing

"Operasi biayanya sangat besar apabila tanpa BPJS Kesehatan, kalau menggunakan BPJS kami harus menunggu aktif terlebih dahulu sekitar 10 sampai 14 hari," ucapnya.

Disebutkan Sazuki bahwa Fitri sempat mengalami muntah darah dan nyeri pada bagian perut. Sementara itu, pihak Rumah Sakit menyarankan untuk Fitri menjalani rawat jalan sambil menunggu aktifnya BPJS.

"Semoga BPJS Fitri segera aktif, karena kondisinya saat ini apabila bergerak sedikit saja langsung merasakan sakit, bahkan sempat muntah darah. Saat makan juga langsung muntah," katanya.

Bagi warga yang mau menyisihkan rezekinya untuk membantu biaya operasi Fitri Ramadani dapat menghubungi nomor 0815-3667-3815 atau menyalurkan bantuannya langsung ke rekening Bank BNI dengan nomor 0428425236 atas nama Sazuki.

(aha)