Batam Undercover

Batam Undercover: Kisah Jenny Wanita Pekerja Malam Kampung Bule

Batam Undercover: Kisah Jenny Wanita Pekerja Malam Kampung Bule

ilustrasi.

JENNY terus melemparkan senyum ke setiap pria yang lalu lalang. Sesekali ia melambaikan tangan. Dia sengaja duduk bersilang kaki dengan pakaian serba mini, supaya banyak yang melirik hingga berkunjung menghampiri.

Wanita berusia 21 tahun itu selalu standby pada salah satu tempat hiburan malam (THM) di kawasan Kampung Bule, Nagoya, Batam. 

"Kalau nggak seksi nanti mana ada yang mau masuk, mas. Bagus tidur di rumah aja kalau gitu," ujar Jenny, Minggu (7/11/2021) malam.

Keberadaan Jenny di sana memang menjadi nilai plus. Bagaimana tidak, sebelumnya THM tersebut suram, sepi pengunjung. Namun, sejak ia datang kembali hidup.

Tentunya Jenny punya nilai jual dan daya tarik yang tinggi. Selain masih muda, parasnya juga menawan ketimbang yang lainnya.

Dengan potongan rambut sebahu bak Yuni Shara membuatnya bertambah memikat.

"Aku udah sekitar 3 tahun di sini. Dulu pertama aku datang di sini tu kayak mati suasananya, mas. Aku aja malas kerja di sini karena tempatnya suram. Tapi lama kelamaan, di sini kembali ramai," katanya.

Saking berpengaruhnya, ia tak dibolehkan keluar oleh pemilik THM itu. Jenny diminta harus berada di lokasi mulai dari jam 20.00 WIB sampai dinihari.

"Bos marah nanti kalau aku pergi keluar. Padahal aku ada panggilan di tempat lain lho, mas. Ini aja tadi ada yang minta aku datang temani dia karaoke di sana (sambil menyebutkan lokasi). Tapi terpaksa aku tolak," kata Jenny.

Mengenai pendapatan, ia enggan menyebutkan nilainya. Namun yang jelas masih tergolong rendah.

"Masih kecil gajiku, mas. Ini aja bergantung sama tips dari pengunjung. Ya, kita kasi service terbaik, lah. Nanti kalau mereka (pengunjung) senang puas biasanya ada uang tips dari mereka untuk kita," kata dia.

Walau uang yang ia hasilkan pas-pasan, ia mengaku betah dengan pekerjaannya. Tak ada rasa sesal sama sekali terjerumus kehidupan malam. Kehidupannya pun seakan terjebak 'lingkaran setan' dunia malam.

Selanjutnya: awalnya ingin kerja pabrik...

 

Sebelumnya, Jenny masih ikut orang tua yang menetap di Tanggerang. Pada usia ke 18 tahun, ia pindah ke Batam.

"Ceritanya, dulu ada temen aku itu kerja di Batam, tapi aku nggak tau dia itu kerjanya apa. Iseng-iseng aku ngomong ke dia minta dicariin pekerjaan, terus dia bilang, "ya udah ikut aku aja". Tapi dulu aku nggak tau lho, mas kalau kerjanya kayak gini," ujarnya.

Selama 2 bulan ia memikirkan tawaran pekerjaan itu. Akhirnya Jenny pun memutuskan hijrah dari Tanggerang ke Batam dengan asa merubah hidup ke lebih baik. 

Alih-alih berharap pekerjaan yang didapatkan sesuai dengan harapan, ia malah masuk dalam ranah dunia malam. 

"Aku pengennya tu kerja di perusahaan gitu lho, mas. Bukan kayak gini awalnya. Tapi karena emang aku nggak ada siapa-siapa di sini, otomatis aku harus pinter-pinter bertahan hidup. Ya, mau nggak mau pekerjaan apapun harus aku terima asalkan dapat uang," kata Jenny.

Ia diberikan tempat tinggal gratis di sekitaran THM. Makan pun ditanggung untuk 3 bulan pertamanya.

"Aku tu berfikir kalau kerja ini hanya jadi batu loncatan. Kalau siang kan banyak waktu luang cari pekerjaan di perusahaan. Tapi susah, mas. Sempat juga masukin lamaran, terus dipanggil untuk interview, tapi hasilnya nggak ada. Ya, gitu-gitu aja," kata dia.

Jenny akhirnya pasrah dengan keadaan. Di sisi lain, ia harus berusaha memenuhi kebutuhan harian. Terpaksa pekerjaan itu harus dijalaninya sampai sekarang.

"Aku cuma tamatan SMA, mas. Gimana, ya. Aku fikir kalau nggak ada orang dalam atau keahlian pasti susah dapat pekerjaan layak di Batam. Mau nggak mau aku harus nikmati jadi pelayan di sini," ujarnya.

Jenny mengaku tak pernah mengungkapkan pekerjaan yang ia geluti saat ini kepada keluarganya. Dia hanya berdalih ke orang tua jika kerja di salah satu salon di Batam.

"Nggak mungkin lah aku kasi tau ke orang tuaku soal ini (pekerjaan). Bisa marah mereka, pasti kecewa nanti lihat anaknya udah kayak gini. Aku terpaksa bohongi mereka, mas. Bilangnya kerja di salon aja," kata dia.

Ia tak tau sampai kapan pekerjaan itu harus dijalaninya. Jenny hanya pasrah dan berharap ada pekerjaan lain yang lebih baik. 

(jun)
Komentar Via Facebook :