Cuaca Ekstrem, Polair Karimun Ingatkan Nelayan dan Penumpang Kapal Hati-hati

Cuaca Ekstrem, Polair Karimun Ingatkan Nelayan dan Penumpang Kapal Hati-hati

Ilustrasi nelayan

Karimun, Batamnews - Wilayah Kepri kini sedang memasuki siklus cuaca ekstrem musim utara. Tak kecuali wilayah Kabupaten Karimun.

Prakirawan BMKG Karimun, Muhammad Tito menyebutkan dari pantauan pihaknya, Karimun akan dilanda hujan dalam beberapa hari ke depan.

"Diperkirakan masih akan dilanda hujan disertai petir, kemungkinan terjadi di pagi hari, sore hari dan dinihari," ujar Tito, Jumat (5/11/2021).

Disampaikan juga bahwa, untuk rata-rata suhu udara di wilayah Karimun diperkirakan mulai dari 14 sampai 31 derajat celcius. Dengan kelembaban udara, dari 65 sampai 95 persen. 

"Sementara arah angin bertiup dari arah barat ke barat laut dengan kecepatan 10 sampai 20 kilometer per jam," katanya. 

Dijelaskan juga tentang kaitan kondisi cuaca di Karimun dengan fenomena La Nina yang sedang terjadi di sebagian wilayah Indonesia saat ini. 

La Nina merupakan peristiwa turunnya suhu air laut di Samudera Pasifik di bawah suhu rata-rata. Penyebabnya, karena suhu permukaan laut pada bagian barat dan timur pasifik lebih tinggi daripada biasanya.

Kejadian tersebut menyebabkan tekanan udara pada ekuator pasifik barat menurun. Hal ini mendorong pembentukan awan konvektif berlebihan sehingga menyebabkan curah hujan tinggi pada daerah yang terdampak.

"La Nina sendiri sebetulnya memang mempengaruhi sebagian wilayah Indonesia karena meningkatkan curah hujan normal dari 20 sampai 70 persen. Namun, untuk di Karimun La Nina tidak terlalu mempengaruhi," ucapnya.

Selanjutnya: Nelayan diimbau hati-hati melaut...

 

Kasat Polairud Polres Karimun, Iptu Binsar Samosir mengimbau pengguna jasa perjalanan laut dan nelayan agar selalu berhati-hati.

"Melihat cuaca yang terjadi dalam beberapa hari ini, hujan disertai dengan angin, membuat arus dan gelombang laut cukup kuat. Maka, diharapkan pada masyarakat nelayan untuk berhati-hati saat melaut, juga pengguna jasa transportasi laut," kata Binsar.

Jika ingin melakukan aktivitas di laut sebutnya, maka diharapkan untuk memantau cuaca atau melihat prakiraan cuaca dari BMKG. Sehingganya masyarakat nelayan dapat terhindar dari kecelakaan laut jika terjadinya cuaca ekstrem.

"Dianjurkan sebelum turun ke laut, untuk dapat memantau cuaca atau melihat prakiraan cuaca dari BMKG," ujarnya.

(aha)