BMKG: Waspada Cuaca Buruk di Lingga Sepekan Kedepan

BMKG: Waspada Cuaca Buruk di Lingga Sepekan Kedepan

Ilustrasi

Lingga, Batamnews - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dabo Singkep, mengimbau agar masyarakat Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau (Kepri), waspada terhadap cuaca buruk yang dapat terjadi sepekan kedepannya.

Kepala BMKG Dabo Singkep, Sahat Mauli Pasaribu menjelaskan, secara umum saat ini posisi gerak semu matahari pada bulan November mulai menjauhi wilayah equator menuju arah Belahan Bumi Selatan.

Secara umum Pola Angin Zonal wilayah Kepri didominasi oleh Angin Baratan dan untuk Pola Angin Meridional lapisan 850 mb wilayah Kepri didominasi oleh angin dari Selatan dan sesuai dengan Normal Angin Meridional lapisan 850 mb.

Baca juga: BMKG: Sejumlah Wilayah Kepri Diguyur Hujan Hari Ini

"Analisis suhu permukaan laut mingguan di sekitar perairan Kepri periode 24-30 Oktober 2021 berkisar antara 30°C s/d 31°C dengan anomali (1.0°C  s/d  1.5°C) sehingga dianggap berpotensi memberi pengaruh terhadap peristiwa konvektif di sekitar wilayah Kepri," kata dia kepada Batamnews, Selasa (2/11/2021).

Potensi pembentukan proses konveksi di wilayah Kabupaten Lingga dipengaruhi oleh faktor skala lokal yang kuat. Hal ini disebabkan karena wilayah Kepri merupakan wilayah yang sering mengalami perlambatan dan belokan angin, kantong wilayah bertekanan udara rendah, dan topologi wilayah kepulauan sehingga memberikan efek penguatan proses konvektif secara umum.

Berdasarkan analisis dinamika atmosfer skala global, regional dan lokal, dapat diketahui bahwa dinamika atmosfer yang sedang terjadi saat ini berpotensi meningkatkan proses pembentukan awan konvektif.

Baca juga: Viral Video Hujan Hanya Semobil Saja, BMKG Batam: Bisa Terjadi

"Sehingga berpotensi mengakibatkan peristiwa cuaca buruk seperti hujan lebat disertai dengan petir di wilayah Kabupaten Lingga dan sekitarnya, dalam periode 1 minggu kedepan. Bahkan dalam bulan November 2021 ini," sebut Sahat.

Dengan begitu, ia pun mengimbau agar masyarakat waspada terhadap potensi cuaca ekstrem seperti puting beliung, hujan lebat disertai kilat/petir, hujan es, dan gelombang tinggi. Kemudian dampak yang ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang, jalan licin dan lain.

"Masyarakat agar memastikan kondisi lingkungan terutama kondisi selokan atau saluran drainase, sungai-sungai dalam kondisi bersih dan tidak tersumbat oleh pembuangan sampah," pintanya.

"Pihak BMKG Dabo telah memberitahukan berupa imbauan kepada Pemkab Lingga bahwa dampak Lanina mulai aktif serta di bulan November ini adalah puncak hujan ke 2 di tahun 2021," pungkas Sahat.

(ruz)