Pendaftaran Lelang KSO dan Pemeliharaan SPAM Batam Akhirnya Dibuka

Pendaftaran Lelang KSO dan Pemeliharaan SPAM Batam Akhirnya Dibuka

ilustrasi

Batam, Batamnews - Prakualifikasi lelang kerjasama operasi (KSO) dan pemeliharaan SPAM di Kota Batam baik hulu maupun hilir kembali dilakukan BP Batam.

Sebelumnya, hal ini gagal dilakukan. BP Batam akhirnya memperpanjang kontrak dengan PT Moya yang sejatinya ditunjuk sebagai pengelola di masa transisi.

Pengumuman prakualifikasi lelang itu diumumkan di web bpbatam.go.id sejak tanggal 15 Oktober 2021 lalu. Pendaftaran sudah dibuka dari tanggal 15 Oktober sampai 29 Oktober 2021.

Pendaftaran lelang ini terbuka bagi Badan Usaha Milik Negara; Badan Usaha Milik Daerah; Badan Usaha Swasta berbentuk Perseroan Terbatas; Konsorsium antara Badan Usaha Dalam Negeri; maupun Konsorsium antara Badan Usaha Dalam Negeri dan Badan Usaha Asing.

Syarat utama kualifikasi yang tertera dalam pengumuman tersebut, yakni peserta memiliki pengalaman dalam pengelolaan SPAM di Indonesia dengan kapasitas minimal 3.000 liter per detik dalam rentang 10 tahun terakhir.

Selain itu, peserta yang dapat berbentuk Badan Usaha atau Konsorsium, wajib memiliki Surat Izin Usaha untuk kegiatan yang bergerak di bidang pengelolaan air minum (minimal satu perusahaan, apabila konsorsium).

Calon peserta diharapkan memiliki kemampuan pembiayaan dalam pengelolaan SPAM. Beberapa calon peserta yang telah memasukkan form pendaftaran dan surat kuasa nantinya akan dikumpulkan untuk diberi penjelasan lebih lanjut, pada 22 Oktober 2021 mendatang.

BP Batam sebelumnya mengumumkan prakualifikasi lelang KSO dan pemeliharaan SPAM itu gagal dilakukan sesuai waktu yang direncanakan.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi mengatakan, sementara itu pihaknya telah memperpanjang kontrak PT Moya Indonesia untuk bertanggung jawab dalam pengoperasian air untuk masyarakat Batam pada saat transisi, sampai BP Batam menetapkan pemenang lelang SPAM.

Perpanjangan kontrak sementara waktu ini tidak bisa dilakukan ke perusahaan lain, karena akan mempengaruhi kualitas pelayanan air di Batam.

"Tidak bisa tunjuk yang lain, nanti kerjanya malah setengah-setengah. PT Moya ini hanya operasional saja, kalau kendali tetap di BP Batam. Kalau mereka sudah permanen sebagai pengelola baru kita bisa minta pertanggungjawaban mereka. Hari ini tanggungjawab masih di kami," katanya.

Menurutnya persoalan air saat ini menjadi catatan dan masukan untuk pengelolaan air ke depannya. Pihaknya dikatakan Rudi memantau keluhan masyarakat terkait pelayanan air bersih ini.

"Saya belum dengar lagi kalau ada yang mengeluh. Kalau mereka kesulitan dan airnya tidak lancar, nanti dicarikan solusi. Karena ini untuk kemaslahatan masyarakat banyak," ujarnya.

Ia berharap lelang yang dilakukan ini bisa berjalan dengan baik. Sehingga  pengelolaan air di Batam diharapkan lebih baik.  

“Saya selalu pantau. Hari ini tidak ada yang ribut. Biasanya memang ada. Tapi mudah-mudahan lah secepatnya dapat pemenang lelang, agar pengelolaan air ini lebih baik dari saat ini," kata dia.

(ude)