Wali Kota Batam Geram, Begini Nasib Kepala Puskesmas Tanjungbuntung

Wali Kota Batam Geram, Begini Nasib Kepala Puskesmas Tanjungbuntung

Wali Kota Batam, Rudi. (Foto: Dok. Batamnews)

 Batam, Batamnews - Layanan Puskesmas Tanjungubuntung di Kecamatan Bengkong membuat Wali Kota Batam geram.

Kasus viral beredar setelah korban tenggelam telantar sampai 1,5 jam akibat tidak adanya dokter jaga dan sopir ambulans puskesmas. Ponsel mereka tak aktif saat beberapa kali dihubungi seorang bidan jaga.

Baca juga: Dinkes Batam: Ketiadaan Dokter Jaga Puskesmas Kesalahan Fatal

Mirisnya, korban tenggelam yang awalnya diselamatkan warga dan dilarikan ke puskesmas meregang nyawa. Banyak yang menyayangkan pasien darurat itu telantar, lambat mendapatkan pertolongan.

Wali Kota Batam, Rudi mengambil tindak tegas dengan mengganti kepala Puskesmas Tanjungbuntung. Penggantian Kepala Puskesmas Tanjung Buntung dilakukan saat pelantikan di Kantor Wali Kota Batam, Jumat (15/10/2021). 

Pra Reda Gusti dilantik menjadi Kepala UPT Puskesmas Tanjung Buntung yang baru, sebelumnya menjabat sebagai Kepala UPT Puskesmas Rempang Cate. 

Rudi mengatakan langsung mengganti Kepala UPT Puskesmas Tanjung Buntung karena laporan dari Ketua RW setempat, bahwa ada penanganan pasien yang lambat, termasuk juga penyediaan ambulans. 

“Kepala bertanggung jawab atas anak buah, makanya langsung saya ganti,” ujar Rudi usai pelantikan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Batam. 

Sementara itu, Kepala UPT Puskesmas Tanjungbuntung disebutkan Rudi telah dikembalikan kepada fungsinya sebagai dokter di rumah sakit. 

Ia berharap dengan kepala puskesmas yang baru ini dapat berbenah.  “Yang baru ini bisa memperbaiki,” kata dia. 

Tidak hanya pergantian Kepala UPT Puskesmas, pada kesempatan tersebut, Rudi juga mengundang seluruh Kepala UPT Puskesmas yang ada di Batam untuk diberikan pengarahan. 

Baca juga: Korban Tenggelam Telantar 1,5 Jam di Puskesmas Tanjungubuntung hingga Meninggal

“Saya undang semua, dengan ini (pergantian kepala UPT) mereka sudah harusnya belajar, mereka juga sudah dewasa, kenapa bisa diganti, introspeksi sangat penting,” katanya. 

Bahkan katanya, Ia juga ikut mengajari bagaimana menjadi seorang kepala/pimpinan berdasarkan pengalamannya. 

Rudi menganjurkan agar semuanya membuat daftar tugas-tugas yang akan dikerjakan. “Saya buat catatan di handphone. Itu cara saya kerja, saya sampaikan ke mereka, kalau mau tiru, silahkan,” ucapnya.

 

Sebelumnya diberitakan seorang remaja perempuan di Bengkong meninggal dunia karena tenggelam akibat berenang di Pantai Tanjung Buntung Baru, Kamis (14/10/2021). 

Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Tanjung Buntung, namun telantar karena tidak ada dokter jaga hingga petugas ambulans untuk melarikan ke rumah sakit. Baik dokter jaga hingga petugas ambulans tak bisa dihubungi oleh bidan jaga di puskesmas

Korban tenggelam itu akhirnya meninggal usai telantar 1,5 jam sebelum dilarikan ke RS Budi Kemuliaan.

(ret)