Kepala Puskesmas Tanjungbuntung Dicopot Usai Kasus Penelantaran Pasien

Kepala Puskesmas Tanjungbuntung Dicopot Usai Kasus Penelantaran Pasien

Puskesmas Tanjungbuntung. (Foto: ist)

Batam, Batamnews - Kasus dugaan penelantaraan korban tenggelam di Puskesmas Tanjungbuntung, Bengkong berbuntut panjang. Kepala Puskesmas Tanjungbuntung dikabarkan dicopot. 

Kasus ini viral. Remaja bernama Meri Nainggolan harus meregang nyawa tanpa mendapatkan pertolongan di puskesmas. Keluarga menunggu 1,5 jam lebih di puskesmas.

Baca juga: Korban Tenggelam Telantar 1,5 Jam di Puskesmas Tanjungubuntung hingga Meninggal 

Meri dibawa dengan mobil pribadi ketua RT ke RS Budi Kemuliaan, setelah ambulans di Puskesmas tak dapat digunakan, pasalnya sopir ambulans tak dapat dihubungi dan membawa kunci mobil ambulans.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi mengatakan bahwa Kepala Puskesmas (Kapus) itu langsung mendapat tindakan tegas dari Walikota Batam.

“Kapus-nya pagi ini sudah dilantik dengan yang baru, Kapus yang lama sudah non-job,” ujarnya, Jumat (15/10/2021) pagi.

Didi turut menyayangkan kualitas pelayanan yang buruk di salah satu puskesmas di Kota Batam tersebut. Dari informasi yang dia terima, kala diantar ke puskesmas, korban tenggelam itu tidak memperoleh pertolongan pertama karena tidak ada dokter yang berjaga.

"Iya, saya juga terima videonya dari pak Wali (Walikota Batam, Muhammad Rudi). Kemarin saya mau langsung panggil Kepala Puskesmas (Kapus)nya tetapi ternyata sudah dipanggil juga sama inspektorat," ujar Didi.

Menurut Didi, ketiadaan dokter jaga di puskesmas adalah kesalahan fatal. Seharusnya, di tiap-tiap puskesmas terdapat paling tidak satu dokter dan supir puskesmas yang berjaga untuk mengantisipasi kejadian darurat.

Didi mengatakan, ia mendapat informasi awal dari pihak puskesmas, bahwa korban telah dalam keadaan meninggal ketika dibawa ke Puskesmas Tanjungbuntung. Kondisi ini disebutnya Death on Arrival (DoA).

"Dapat informasi awal katanya sudah dalam keadaan meninggal, tapi nanti kita cek lagi. Karena bidan kan tidak bisa memberikan pernyataan korban meninggal atau tidak, itu seharusnya dilakukan dokter," ujar Didi.

Baca juga: Tak Ada Dokter dan Sopir Ambulans, Gadis Korban Tenggelam di Bengkong Meregang Nyawa

Pihaknya menyatakan akan terus mengevaluasi kinerja unit-unit pelayanan kesehatan di Batam agar kelalaian seperti ini tidak terulang kembali.

Sebelumnya, jabatan Kepala Puskesmas Tanjungbuntung dijabat oleh Suryani. Tetapi kini jabatan tersebut sudah diganti oleh Pra Reda Gusti, SKM, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala UPT Puskesmas Rempang Cate. 

Pelantikan Kapus baru digelar pagi ini, Jumat (15/10/2021) bersamaan dengan lima pejabat baru lainnya. 

(ude)