Orangtua Remaja Korban Tenggelam di Batam Luapkan Kekecewaan Layanan Puskesmas

Orangtua Remaja Korban Tenggelam di Batam Luapkan Kekecewaan Layanan Puskesmas

Orangtua dan keluarga mendiang Meri Destaria mengungkapkan kekecewaan atas layanan Puskesmas Tanjungbuntung. (Foto: Yude/batamnews)

Batam, Batamnews - Cerita pilu terlontar dari orangtua Meri Destaria br Nainggolan, remaja warga Bengkong Wahyu, Batam, Kepulauan Riau yang meninggal dunia lantaran terlambat mendapat penanganan medis usai tenggelam.

Mereka kecewa dengan pelayanan Puskesmas Tanjungbuntung yang lamban menangani anaknya hingga akhirnya harus meninggalkan dunia selama-lamanya.

Kekecewaan itu disampaikan Tulus Nainggolan, ayah Meri Destaria saat menerima kedatangan Pra Reda Gusti, Kepala Puskesmas Tanjungbuntung yang baru, di rumah duka.

“Saya naik motor bawa anak saya, tapi nggak ada orang di Puskesmas pak,” ujar Tulus sambil meneteskan air mata di depan Gusti yang hadir ditemani Camat Bengkong dan Lurah Tanjungbuntung, Jumat (15/10/2021) siang.

Ungkapan kekecewaan Tulus juga membuat istrinya, Nova Br. Naibaho semakin sedih mengingat kejadian itu. Dengan kondisi yang sudah lemas karena menangisi anaknya itu, Nova turut menyampaikan kekecewaannya itu di depan pejabat daerah itu.

Baca: Korban Tenggelam Telantar 1,5 Jam di Puskesmas Tanjungubuntung hingga Meninggal

Tidak hanya itu, salah satu keluarga Meri pun juga ikut serta menyampaikan rasa kekecewaannya itu kepada Gusti.

"Kami datang basah-basah membawa anak kami ke Puskesmas sambil naik motor. Kami bilang tolong bu, tolong lah dulu anak kami ini. Dia (resepsionis) cuma sibuk menelepon saja. Mau pakai ambulans dibilangnya enggak ada kunci, nggak ada supir," ratap salah seorang sanak saudara korban sambil menangis.

Menurutnya, kejadian serupa ini tidak hanya sekali terjadi di Puskesmas Tanjungbuntung. Warga sekitar sudah kerap mengadukan keluhan yang sama terkait pelayanan puskesmas tersebut kepada para Ketua RT dan RW.

"Tolong kami ini pak Lurah, pak Camat. Sudah berkali-kali warga Bengkong Wahyu ini terlantar butuh keselamatan. Kami ini warga kecil, pak," ujar salah satu keluarga tersebut.

Baca: Tak Ada Dokter dan Sopir Ambulans, Gadis Korban Tenggelam di Bengkong Meregang Nyawa

Menyikapi hal itu, Gusti mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga atas meninggalnya Meri Destaria. 

Ia menceritakan pada mulanya, kaget mendengar kabar bahwa dirinya akan dilantik untuk menggantikan Suryani, Kepala Puskesmas Tanjungbuntung yang lama.

Ia berjanji akan memeriksa serta melakukan penindakan serius terkait kelalaian petugas puskesmas yang kerap dikeluhkan warga itu. 

Baca: Kepala Puskesmas Tanjungbuntung Dicopot Usai Kasus Penelantaran Pasien

Sebagai kepala puskesmas yang baru, Gusti menegaskan dirinya terbuka menerima segala keluhan warga terkait kesehatan.

"Saya, Kepala Puskesmas Tanjungbuntung yang baru, turut menyampaikan belasungkawa mendalam. Saya akan membenahi pelayanan kesehatan di Tanjungbuntung ini, semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi," ujar Gusti.

(ude)

Berita Terkait