Warga Pasar Induk Jodoh Demo Bawa Jenazah Fransisca ke DPRD Batam

Warga Pasar Induk Jodoh Demo Bawa Jenazah Fransisca ke DPRD Batam

Jenazah Fransisca sebelum dikuburkan ikut dibawa dalam rombongan demo ke DPRD Batam, Rabu (28/7/2021). (Foto: Margaretha/Batamnews)

Batam, Batamnews - Kerabat Fransisca boru Ginting mendatangi Kantor Wali Kota Batam dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam, Rabu (28/7/2021). Mereka menuntut pertanggungjawaban lantaran kerabat mereka meninggal dunia, saat proses pembongkaran pasar induk oleh petugas gabungan. 

Massa yang mendatangi kantor Wali Kota dan DPRD tersebut terdiri dari para pedagang pasar induk dan keluarga Fransisca. 

Jenazah Fransisca masih belum dimakamkan dan dibawa dalam mobil jenazah juga ikut dalam rombongan massa. 

Dalam orasinya, seorang kerabat Fransisca meminta agar Wali Kota Batam serta juga para anggota DPRD Batam.  “Keluar kalian, kami pilih kalian waktu itu,” ujar orator demo, Panahatan Nainggolan. 

Sebelum meninggal dunia, Fransisca diketahui dalam keadaan lemah dan pucat. Saat dibawa ke rumah sakit, nyawa Fransisca sudah tidak tertolong lagi. 

Fransisca juga sempat didatangi oleh petugas kesehatan dan hendak dibawa ke rumah sakit. Namun, karena melihat banyak petugas membuat kondisinya semakin buruk.

Ia sempat terlantar dan hanya diberi minyak angin oleh keluarga, agar kondisinya kembali pulih. Ia tidak jadi bawa oleh petugas ke Rumah Sakit. Saat itu, terjadi pembongkaran di kawasan Pasar Induk, Senin (26/7/2021). 

 

Sebelumnya, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Batam, Salim, menyebutkan meninggalnya Fransisca tidak ada kaitannya dengan aktivitas pembongkaran bangunan eks Pasar Induk Jodoh yang dilakukan oleh Tim Terpadu Kota Batam.

Kondisi Fransisca dikatakannya sudah lemah dan pucat. Kemalangan yang terjadi pada seorang warga itu, tidak ada hubungannya dengan kegiatan pembongkaran Tim Terpadu.

"Kemalangan itu, meninggalnya saudara kita ibu itu, tidak ada kaitan dengan kegiatan kita," kata Salim, saat dikonfirmasi, Senin (26/7/2021).

Dari informasi yang didapatnya, warga yang meninggal dunia saat dibawa ke Rumah Sakit, sudah dalam kondisi yang tidak sehat. Bahkan, sebelum dilakukan pembongkaran oleh Tim Terpadu, petugas juga telah menawarkan untuk memberi pertolongan, bahkan mendatangkan petugas medis dari Puskesmas.

Hanya saja, dikatakan Salim bahwa pertolongan yang ditawarkan untuk membawa ibu itu menggunakan ambulance tidak ditanggapi.

"Keadaan ibu itu memang kondisinya sakit. Bahkan saat tim datang, kita sudah menawarkan untuk membantu, dan mendatangi petugas medis dari Puskesmas dan akan dibawa menggunakan ambulance. Cuma, pihak keluarga tidak bersedia untuk dilakukan pertolongan, agar ibu itu diberi oksigen, tapi kita tidak tau apa alasannya tidak bersedia," ujarnya.

(fox)