Polisi di Bintan Salurkan Sembako untuk Pedagang Terdampak PPKM

Polres Bintan salurkan sembako untuk pedagang (Foto:ist)

Bintan, Batamnews - PPKM Berbasis Mikro di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), sangat berdampak kepada masyarakat. Khususnya para pedagang atau pelaku UMKM, karena mereka tak dapat beroperasi bebas seperti sediakalanya.

Menanggapi keluhan itu, Polres Bintan memberikan bantuan sembako untuk pelaku UMKM yang terdampak Covid-19 di Sepanjang Jalan Permaisuri, Kelurahan Tanjunguban Kota Kecamatan Bintan Utara, Senin (19/7/2021) malam.

Wakapolres Bintan Kompol M. Tahang mengatakan, paket sembako yang diberikan untuk saat ini sebanyak 10 paket. Setiap paketnya berisikan beras 5 kg, gula pasir 1 kg, minyak goreng 1 kg, dan bubuk teh 1 Kotak.

"Maksud dan tujuan bantuan sembako yang diberikan ini adalah merupakan salah satu bentuk kepedulian Polri khususnya Polres Bintan dalam hal membantu masyarakat khususnya yang terdampak akibat wabah Covid-19," sebutnya.

Dia meminta masyarakat mendukung pemerintah dalam melaksanakan Program PPKM Berbasis Mikro dengan tujuan menekan angka penyebaran Covid-19, yang seiring waktu terus meningkat.

Kemudian juga diimbau kepada masyarakat agar selalu mematuhi protokol kesehatan (prokes) 5M yaitu mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

"Kita minta warga untuk tetap tinggal dirumah bila tidak ada kepentingan atau urusan yang penting atau mendesak," ucapnya.

Baca juga: Maknai Idul Adha di Tengah Pandemi, PLN Batam Serahkan Bantuan Hewan Kurban

Pedagang Kue, Adi mengaku selama penerapan PPKM di Kabupaten Bintan pendapatan yang dirasakannya sangatlah menurun. Biasanya dia bisa meraup keuntungan sebesar Rp 200 ribu dalam sehari.

"Namun untuk sekarang sangat sulit mendapatkan Rp 100 ribu dalam sehari," ujarnya, Selasa (20/7/2021).

Selama PPKM Berbasis Mikro ini diberlakukan segala macam aktivitas sangat terbatas. Kemudian tempat-tempat usaha dibatasi pengoperasiannya sampai pukul 20.00 WIB.

Dengan aturan ini suasana di pusat keramaian Tanjunguban menjadi sepi. Apalagi warga diharuskan duduk di rumah. Sehingga dirinya berkeliling ke perumahan warga untuk menjajakan dagangannya.

"Biasanya kita ngetem di pinggiran jalanan protokol. Namun dikarenakan Jam 8 Malam sudah mulai sepi kita keliling perumahan," jelasnya.

Untuk saat ini, kebutuhan hidupnya sedikit terbantu. Sebab pihak kepolisian telah memberikan bantuan satu paket sembako untuknya.

"Alhamdulillah tadi dapat sembako dari pak polisi. Dengan sembako ini dapat meringankan beban saya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari," katanya.

(ary)