Wali Kota Batam Rudi Cemas PPKM Darurat Jadi 6 Pekan

Wali Kota Batam Rudi Cemas PPKM Darurat Jadi 6 Pekan

Penyekatan jalan di kawasan Nagoya, Batam saat pelaksanaan PPKM Darurat. (Foto: Edo/batamnews)

Batam, Batamnews - Sinyal Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang menyebut skenario pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat selama 4-6 pekan, membuat daerah mulai ketar-ketir.

Di Batam, Kepulauan Riau, sinyal 'perpanjangan' PPKM darurat memunculkan kecemasan di tengah babak belurnya kondisi keuangan daerah.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi berharap penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat hanya berlangsung selama 9 hari, dan berakhir pada tanggal 20 Juli 2021 mendatang.

Baca: Terungkap! Skenario PPKM Darurat Disiapkan Sampai 6 Minggu

Menurutnya kondisi saat memang sudah tidak baik, karena banyak kegiatan ditutup dan perekonomian di Batam mengalami kemunduran. 

“Sudah hari kedua PPKM Darurat, pasti ada dampak terhadap perekonomian dan pendapatan Batam,” ujar Rudi usai meninjau PPKM Darurat di Sekupang, Senin (13/7/2021). 

Saat ini dikatakan Rudi, Batam hanya mengandalkan pajak dan retribusi daerah, sedangkan sektor industri untuk pemerintah pusat. Kondisi ini cukup menyulitkan untuk membantu masyarakat yang terdampak PPKM Darurat. 

Namun pihaknya saat ini sedang mengupayakan untuk mendapat bantuan dari Pemerintah Pusat untuk disalurkan kepada masyarakat yang terdampak. 

"Kami akan tindaklanjuti rencana pemerintah pusat untuk memberikan bantuan ke daerah, termasuk bantuan beras bagi warga terdampak," kata dia.

Baca: Jika PPKM Darurat Diperpanjang, KSPI Sebut Bakal Ada Ledakan PHK

Keadaan saat ini, menurut Rudi sudah menjadi risiko dari penerapan PPKM Darurat, karena kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19 terus bertambah. 

Meski demikian, Rudi masih menginginkan kesehatan dan perekonomian bisa bangkit secara bersamaan. Dalam sisa penerapan PPKM Darurat hingga 20 Juli 2021 mendatang, pihaknya akan melihat dampak dari penerapan aturan tersebut. 

Terkait bantuan dari pusat, Rudi mengakui sudah ada. Seperti bantuan sosial untuk pelaku usaha, keluarga tidak mampu dan ke depan ada bantuan beras. 

"Kalau daerah lagi kesulitan, kami sangat berharap bantuan dari pusat," kata dia.

Baca: Pasien Isoman di Batam Tak Dapat Bantuan Sembako, Amsakar: Isoman Keinginan Sendiri

Soal vaksinasi, Rudi menyebutkan informasi dari provinsi ada sekitar 20 ribu dosis vaksin Sinovac untuk dosis kedua yang sudah tiba di Batam dan selanjutnya akan didistribusikan.

“Vaksin sudah ada, nakes juga sudah kembali bertugas,” katanya.

(ret)