Polisi Haiti Tangkap 'Tentara Bayaran' Tersangka Pembunuh Presiden Moise

Polisi Haiti Tangkap

Polisi berjalan di dekat kediaman pribadi Presiden Haiti, Jovenel Moise yang dibunuh sekelompok pria. (Foto: Estailove St-Val/Reuters)

Haiti, Batamnews - Kepolisian nasional Haiti telah menangkap sejumlah pria tersangka pembunuhan Presiden Jovenel Moise, seperti diumumkan pemerintah. Pemerintah menambahkan, terjadi baku tembak antara petugas kepolisian dengan pelaku.

 

Para tersangka ditangkap sebelum pukul 18.00 waktu setempat pada Rabu. Demikian disampaikan Menteri Komunikasi, Frantz Exantus di Twitter.

Baca juga: Presiden Haiti Jovenel Moise Tewas Dibunuh

Sementaea Exantus tidak menyebutkan satu pun identitas tersangka atau berapa banyak yang ditangkap, kepala kepolisian nasional kemudian menyampaikan dalam konferensi pers dua “tentara bayaran” telah ditangkap, sementara empat lainnya tewas saat baku tembak.

Dia menambahkan, tiga petugas polisi sempat ditawan oleh para tersangka tapi telah dibebaskan. Namun polisi berjanji untuk membunuh atau menangkap pria bersenjata lainnya.

Dikutip dari Russia Today, Kamis (8/7/2021), sebuah rekaman video yang belum dikonfirmasi menunjukkan baku tembak beredar di media sosial, di mana rentetan tembakan terdengar ketika kolom asap hitam tampak membubung dari sebuah bangunan di kejauhan.

Kantor Perdana Menteri sementara Claude Joseph mengatakan sebelumnya, pemerintahannya memastikan negara tetap berjalan setelah pembunuhan tersebut. PM sementara juga disebutkan telah menjalin kontak dengan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken.

Baca juga: PPP Ledek Prabowo: Haiti-haiti di Jalan Jangan Nyasar ke Afrika

Orang-orang bersenjata tak dikenal, yang diduga mengumumkan mereka adalah agen dari Badan Penegakan Narkoba AS, menggerebek kediaman Moise pada Rabu pagi dan menembanya sampai tewas. Istri Moise, Martine, juga terluka dalam serangan itu, dan diterbangkan ke rumah sakit Florida dalam kondisi kritis.

Pemerintah mengatakan para pembunuh "berbicara dalam bahasa Inggris dan Spanyol”, menyatakan keadaan terkepung dan meluncurkan perburuan para pelaku.

(fox)