Daftar Vaksin yang Diakui WHO, dari Pfizer-BioNTech hingga Sinovac

Ilustrasi vaksin AstraZeneca (Foto: Shutterstock)

Jakarta, Batamnews - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) diketahui memberikan izin penggunaan darurat atau emergency use listing (EUL) untuk sejumlah vaksin jika memenuhi standar internasional, seperti terkait keamanan, efikasi serta manufaktur vaksin.

Vaksin-vaksin yang sudah diakui dan mendapatkan EUL dapat digunakan secara aman dan bisa didistribusikan ke sejumlah negara.

Berdasarkan rangkuman yang dilansir Batamnews dari detikcom, berikut daftar vaksin yang diakui WHO.

Baca juga: Ketahui Anjuran Serta Pantangan Makan-minum Sebelum dan Setelah Vaksin Covid-19

1. Pfizer-BioNTech

Salah satu vaksin yang diakui WHO adalah Pfizer-BioNTech. Vaksin jenis ini menjadi vaksin pertama yang mendapatkan EUL dan kini sudah didistribusikan ke sejumlah negara di seluruh dunia.

Vaksin Pfizer-BioNTech mendapatkan EUL sejak 31 Desember 2020 lalu. Vaksin yang dinamakan BNT162b2 dan berbasis teknologi messenger RNA (mRNA) menggunakan gen sintetis yang lebih mudah diciptakan, sehingga bisa diproduksi lebih cepat dibanding teknologi biasa.

2. AstraZeneca-Oxford

Vaksin yang juga diakui WHO adalah AstraZeneca-Oxford buatan SKBio Korea Selatan dan The Serum Institute India. Vaksin ini menjadi vaksin kedua di dunia yang mendapatkan EUL WHO pada 15 Februari 2021.

Vaksin AstraZeneca-Oxford buatan SKBio Korea Selatan dan The Serum Institute India telah ditinjau Kelompok Penasihat Strategis Imunisasi (SAGE) pada 8 Februari 2021 dan bisa digunakan untuk usia 18 tahun ke atas.

 

3. Johnson & Johnson

Selanjutnya, vaksin yang diakui WHO adalah vaksin Johnson & Johnson. Vaksin ketiga yang diakui WHO ini mendapakan EUL pada 12 Maret 2021.

Berbeda dengan vaksin lain yang harus digunakan dalam dua dosis, vaksin Johnson & Johnson menggunakan dosis tunggal alias sekali suntikan saja.

Vaksin ini diklaim memiliki efikasi sebesar 66,3 persen dan 100 persen ampuh mencegah kasus rawat inap dan kematian akibat Covid-19.

4. Moderna

Moderna juga diakui WHO. Vaksin Moderna mendapatkan EUL pada 30 April 2021. Pada bulan Januari lalu, SAGE WHO telah merekomendasikan vaksin ini untuk orang berusia 18 tahun ke atas.

Baca juga: Tutup Celah Varian Delta Menyebar di Indonesia

5. Sinopharm

Sinopharm masuk dalam vaksin yang diakui WHO. Vaksin buatan China ini mendapatkan EUL pada 7 Mei 2021.

WHO merekomendasikan penggunaan vaksin Sinopharm untuk usia 18 tahun ke dengan selang waktu penyuntikan antara 3-4 minggu. Vaksin ini memiliki efikasi sebesar 78 persen dan bahkan digunakan dalam vaksinasi gotong royong.

6. Sinovac

Sinovac masuk dalam vaksin yang diakui WHO. Vaksin ini sudah mendapatkan EUL WHO pada Selasa (1/6/2021) kemarin.

"WHO hari ini memvalidasi vaksin Sinovac-CoronaVac Covid-19 untuk penggunaan darurat," kata WHO dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari Channel News Asia, Rabu (2/6/2021).

Vaksin Sinovac disebut manjur mencegah penyakit simtomatik sebesar 51 persen bahkan mampu mencegah 100 persen pasien Covid-19 yang parah dan rawat inap.

(ruz)