Dilema Vaksinasi Massal di Batam

Dilema Vaksinasi Massal di Batam

Warga antre daftar divaksin gratis di GOR Temenggung Abdul Jamal. (Foto: ist)

Batam, Batamnews - Kegiatan vaksinasi gratis di Batam justru menimbulkan dilema. Pasalnya mengundang keramaian yang berpotensi penularan Covid-19. Antusias warga memang tinggi untuk divaksin, namun di lain sisi, bahaya penularan penyakit ikut mengintai.

Kasus Covid-19 di Batam dan beberapa daerah lainnya di Kepri belakangan meningkat. Bahkan Dinkes Kepri sendiri menduga adanya strain baru varian Covid yang menyebabkan cepatnya penularan.

Baca juga: Kerumunan di Kegiatan Vaksinasi Gratis di Mega Mall Batam Centre

Lima pasien positif Covid-19 di Kota Batam, Kepulauan Riau meninggal dunia pada Selasa (15/6/2021) lalu. Hal ini cukup memprihatinkan di tengah lonjakan kasus Corona dalam beberapa pekan terakhir.

Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam melansir data peningkatan kasus kematian sebanyak 231 orang, hingga, Rabu (16/6/2021).

Lobby A Mega Mall dipadati warga untuk mendapatkan vaksinasi gratis, Kamis (17/6/2021)

Berdasarkan kelompok umur, pasien meninggal dunia didominasi kelompok usia 46 hingga 55 tahun sebanyak 57 orang, 56 hingga 65 tahun sebanyak 47 orang, 36 hingga 45 tahun sebanyak 36 orang dan di atas 65 tahun sebanyak 26 orang.

Namun pemandangan yang tampak dari vaksinasi gratis ini tentu jauh dari protokol kesehatan dalam menjaga jarak. Ratusan warga berkumpul tanpa adanya lagi sosial distancing.

Dalam beberapa hari terakhir hal itu tampak saat terjadi vaksinasi gratis di Puskesmas Batuaji, GOR Tumengggung Abdul Jamal, hingga Mega Mall Batam Centre.

Vaksinasi massal di GOR Temenggung Abdul Jamal salah satunya, kegiatan yang digawangi Polresta Barelang. Kegiatan ini rencananya digelar 13-25 Juni 2021.

Kapolresta Barelang Kombes Yos Guntur sendiri sebelumnya menegaskan jika kegiatan ini harus dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang baik. Namun sayangnya, kerumunan tampaknya tak bisa terelakkan.

Padahal Yos mengimbau masyarakat, yang sudah divaksin untuk menjalankan protokol kesehatan dengan menerapkan 5M.

Penampakan kerumunan di vaksinasi gratis yang diadakan di Mega Mall, Kamis (17/6/2021). 

“Saya mohon jangan melanggar protokol kesehatan,dan hindari kerumunan serta mengurangi mobilitas,” ungkapnya sebelumnya.

Waspada varian baru yang lebih menular

Ketua Tim Peneliti Whole Genome Sequence (WGS) SARS-CoV-2 Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM), dr Gunadi PhD, SpBA, mengatakan faktor utama yang menyebabkan terjadinya lonjakan kasus karena adanya interaksi sosial yang masif dan pelanggaran protokol kesehatan saat libur Idul Fitri.

Hal ini diperburuk dengan adanya varian virus Corona baru yang lebih cepat penyebarannya.

"Karena interaksi sosial yang tinggi ditambah tidak disiplin menjalankan protokol kesehatan meningkatkan transmisi virus sehingga mendorong lonjakan kasus," kata dr Gunadi dikutip dari situs resmi Kementerian Kesehatan, Rabu (16/6/2021).

Varian Delta atau B1617.2 ini diketahui lebih mudah menular dibandingkan varian aslinya. Terlebih lagi, varian Delta bisa menginfeksi kembali pasien COVID-19 dan makin memperlemah kekebalan tubuh pasien.

Baca juga: Usai Divaksin, Ratusan Karyawan PT Schneider Mual, Demam dan Muntah

Dalam kesempatan tersebut, juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan lonjakan kasus yang terjadi saat ini dilatarbelakangi pergerakan masyarakat yang terus meningkat. Belum lagi, sudah banyak masyarakat yang mulai abai terhadap protokol kesehatan.

Para ahli tak hentinya mengingatkan untuk selalu disiplin menjalankan protokol kesehatan, tak terkecuali bagi mereka yang telah divaksinasi.

"Kita tentu saja tidak ingin lonjakan kasus yang terjadi di sejumlah provinsi dan mengakibatkan angka keterisian rumah sakit melonjak drastis terjadi di daerah tempat kita tinggal," pungkas dr Nadia.

(fox)