Capaian Vaksinasi Covid-19 di Kepri Masih Rendah, Baru 14,2 Persen

Ilustrasi.

Tanjungpinang, Batamnews - Capaian vaksinasi Covid-19 di kalangan masyarakat Kepulauan Riau masih belum merata. Hingga Kamis (3/6/2021), baru 209.669 orang atau 14,2 persen yang mendapatkan vaksinasi, dari total sasaran sebanyak 1.476.091 orang. 

Dinas Kesehatan Kepri menyatakan vaksinasi tersebut dibagi tiga sasaran yakni kepada Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan, Lansia dan bagi pelayanan publik. 

Untuk tenaga kesehatan yang sudah mendapatkan vaksin dosis I sebanyak 17.877 oranf. Sementara vaksinasi untuk lansia di dosis I telah mencapai 24.959 orang dan bagi pelayanan publik dosis I sebanyak 166.833 orang. 

Baca: Kasus Corona Tinggi, Kepala Dinkes Kepri: Makin Banyak Positif, Makin Bagus

Sementara Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kepri, Sirajudin Nur mendesak Pemerintah Provinsi Kepri untuk segera mempercepat pelaksanaan vaksinasi bagi masyarakat umum di Kepri. 

Vaksinasi ini penting untuk menjaga ketahanan masyarakat dalam menghadapi wabah pandemi Covid-19 yang sedang meningkat saat ini. 

"Kita minta Pemprov Kepri segera mengambil langkah langkah percepatan program vaksinasi bagi masyarakat umum di Kepri. Mengingat sampai dengan bulan Juni ini, cakupan vaksin baru mencapai 11 persen dari populasi penduduk," kata Sirajudin. 

Percepatan vaksinasi akan lebih memberikan harapan akan menurunnya kasus positif Covid-19 di wilayah Provinsi Kepri. 

"Di beberapa negara yang tingkat penularannya sangat tinggi, terbukti efektif mengurangi kasus jangkitan Covid-19 secara signifikan. Ini setelah beberapa negara mampu menjangkau hingga vaksinasi 50 persen dari jumlah populasi sampai dengan Juni 2021," tuturnya. 

Baca: Ikut Vaksinasi, Lansia di Tanjungpinang Dapat Beras 5 Kilogram

Pasca pemberlakuan PPKM skala mikro di Kepri yang menimbulkan dampak ekonomi bagi masyarakat, percepatan program vaksinasi menjadi salah satu solusi agar pergerakan aktifitas ekonomi masyarakat secara perlahan bisa kembali normal. 

Karena itu, Sirajudin meminta agar dalam pelaksanaan vaksinasi bagi masyarakat ini dapat dilaksanakan secara cepat dan merata. 

Ia juga meminta agar proses administrasi dan koordinasi antar-pemda berjalan lancar, tidak berbelit-belit, dan supaya meringkas rantai birokrasi dalam pelaksanaan vaksinasi. 

"Kita berharap pemerintah daerah bisa bersinergi secara baik untuk memperlancar pelaksanaan vaksinasi bagi masyarakat umum. Jika perlu, bisa bersama sama dan bekerjasama dengan lembaga DPRD dan kelompok masyarakat lainnya untuk memperluas cakupan vaksinasi. Harapan kita sampai dengan akhir tahun 2021 cakupan vaksinasi sudah bisa mencapai 100 persen," harapnya.

(sut)