Proyek Poligami, Pria Zimbabwe Beristri 16 Masih Ingin Nikah Lagi
Misheck Nyandoro, pria Zimbabwe dengan istri-istri dan anak-anaknya. (Foto: The Herald)
Harare, Batamnews - Misheck Nyandoro, pensiunan veteran perang berusia 66 tahun dari Zimbabwe mendeklarasikan sebuah proyek yang disebutnya sebagai proyek poligami.
Ia yang sudah memiliki 16 istri dan 151 anak ini, menyatakan masih ingin menikah lagi, demikian The Herald melaporkan.
Sebagai pria yang berusia di atas 50 tahun, Mischeck masih cukup perkasa. Ia tidur bersama empat dari 16 istrinya setiap malam secara bergantian.
"Saya ingin memiliki lebih banyak keturunan sebagai bagian dari "proyek poligami" selama 38 tahun. Pekerjaan penuh waktu saya adalah 'memuaskan istri'," ujar dia.
Baca: Banyak yang Jomblo, Sekelompok Wanita Tunisia Demo Legalkan Poligami
Dia juga berencana untuk menikahi pengantin perempuan ke-17 di musim dingin dan berharap memiliki 100 istri dan 1.000 anak sebelum dia meninggal.
Pria berusia 66 tahun ini memiliki daftar nama untuk hak-hak suami istri dan menurut pengakuannya sendiri, ketika merencanakan daftar nama tersebut, dia mempertimbangkan banyak faktor. Tidak ada istri yang tahu dia sedang "bertugas" sampai dia mengunjungi kamar tidurnya.
“Saya pergi ke kamar tidur sesuai jadwal saya. Saya kemudian memuaskan istri saya dan pindah ke kamar sebelah. Ini adalah pekerjaan saya. Saya tidak punya pekerjaan lain. Saya mengubah perilaku saya di kamar tidur agar sesuai dengan usia masing-masing istri saya. Saya tidak bertindak sama dengan yang muda seperti yang saya lakukan dengan yang lebih tua,” kata Mischeck, seperti dilansir The Mirror.
Dia harus tetap menikahi wanita yang lebih muda karena wanita yang lebih tua tidak lagi tertarik dengan seks.
Secara finansial, ia mengaku tidak merasa terbebani memiliki lebih dari 150 anak dan menjelaskan bahwa sebenarnya dia mendapat manfaat dari keluarga besarnya.
“Anak-anak saya memanjakan saya. Saya selalu menerima hadiah dan uang tunai dari mereka dan putra tiri saya," kata dia.
Mischeck saat ini menganggur dan menghabiskan hari-harinya dengan duduk di gudang yang terletak di pusat kota, makan makanan, satu per satu, saat istrinya membawakan dia 16 makanan, satu demi satu.
“Setiap istri memasak terbaiknya setiap hari karena aturannya adalah saya hanya makan yang enak dan saya membuang yang tidak enak. Setiap istri menganut aturan itu dan tidak merasa kesal ketika saya mengembalikan makanan yang dimasak tak enak. Ini adalah aturannya di sini. Makanan yang ditolak seharusnya membuatnya memasak lebih baik lain kali," jelasnya.
Komentar Via Facebook :