Rumah Sakit BP Batam Didesain Jadi KEK Kesehatan

Rumah Sakit Badan Pengusahaan Batam. (Foto: ist)

Batam - Rumah Sakit BP Batam diharapkan sudah berstatus kawasan ekonomi khusus (KEK) tahun 2023 mendatang. Untuk itu, Badan Pengusahaan (BP) Batam, melakukan pembangunan di kawasan dekat Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP), di Sekupang. 

Kawasan dekat RSBP dibangun dan ditata, seperti Taman Kolam Sekupang, jalur Sepeda dan pembangunan Taman Rusa. 

Harapan perubahan status kawasan RSBP Batam jadi KEK Kesehatan tahun 2023, diungkapkan Kepala BP Batam, HM Rudi, belum lama ini. 

"Kawasan RSBP Batam dan pinggir jalan ke daerahnya akan dikerjakan. Saya ingin 2023 rumah sakit status sudah menjadi Rumah Sakit internasional di KEK," kata Rudi.

Dengan status KEK, maka akan memberikan kemudahan rumah sakit itu mengupdate perlatan medis. "Akan diatur, sehingga semua barang dan alat kesehatan bisa impor langsung. Bisa impor langsung dari Singapura," harap Rudi.

Sebelumnya, Rudi menyampaikan, dengan pembangunan KEK Kesehatan, warga se-Sumatera, tidak lagi menyeberang ke negara tetangga, untuk berobat. 

"Kalau sudah diberikan pak Menko (Perekonomian) nanti, tidak perlu bayar mahal untuk berobat. Mudah-mudahan se-Sumatera bisa datang ke sini," harapnya lagi.

Direncanakan, luas daerah KEK Kesehatan sekitar 42 hektar di Sekupang. Semua pelayanan hingga fasilitas kesehatan, akan dibangun dan disiapkan, berstandar internasional. 

Sehingga warga se-Sumatera memilih, apakah ke Batam atau menyeberang ke negara tetangga.

Setelah KEK Kesehatan disahkan pemerintah pusat, maka penguatan infrastruktur rumah sakit (RSBP) akan dilakukan. Batam akan mengimpor alat-alat kesehatan, langsung dari luar negeri.

Untuk mendukung KEK Kesehatan itu kedepan, BP melakukan pembangunan dan penataan Taman Kolam Sekupang Tahap 2, Pembangunan Jalur Sepeda Jalan RE Martadinata Batam Tahap 2 dan Pembangunan Taman Rusa Tahap 3. 

Menurut Rudi, pembangunan ketiga fasilitas tersebut dilaksanakan guna mendukung kelancaran investasi di Batam. 
“Ketiga fasilitas ini kita butuhkan untuk mendukung Rumah Sakit BP Batam yang tidak lama lagi akan menjadi KEK Kesehatan di Kota Batam," harapnya.

Selain itu, upaya yang dilakukan untuk mendukung KEK Kesehatan tersebut, dikatakan Rudi, antara lain melakukan peningkatan penambahan SDM dan pengadaan peralatan kesehatan yang modern. 

“Kita bisa merekrut tenaga kesehatan dari luar Batam, tentu didukung fasilitas yang baik juga. Mudah-mudahan, kalau izin KEK tahun ini selesai, dalam dua tahun ke depan rumah sakit kita akan semakin sempurna,” ujar Rudi.

(*)