Jokowi Minta Promosi Pariwisata Digencarkan, Ini Sebabnya

Jokowi Minta Promosi Pariwisata Digencarkan, Ini Sebabnya

Presiden Jokowi (foto: ist/net)

Indrawan

BATAMNEWS.CO.ID, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, Indonesia harus dapat mengambil momentum untuk menambah jumlah wisatawan yang berkunjung ke Tanah Air. Terutama, karena saat ini kondisi pariwisata tengah mengalami penurunan di berbagai negara Asia Tenggara.

Tercatat, hanya Indonesia saja yang mengalami peningkatan jumlah wisatawan dibandingkan di semua negara Asia Tenggara.

Hal ini disampaikan Jokowi saat memimpin rapat terbatas mengenai penajaman program pembangunan kepariwisataan dan percepatan pembangunan infrastruktur dibidang transportasi, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (15/10/2015).

Jokowi memahami, di tengah melambatnya ekonomi global termasuk ekonomi Indonesia, sektor pariwisata adalah sektor yang paling cepat bisa dipakai untuk menggerakkan ekonomi Indonesia.

"Kunjungan pariwisata dari catatan yang saya terima pada bulan Agustus 2015 sebesar 850 ribu wisatawan dan ini mengalami kenaikan 2,78 persen dibandingkan Agustus 2014," kata Jokowi.

Jokowi menambahkan, dirinya juga menerima data di semua negara di Asia Tenggara mengenai jumlah wisatawan yang menurun, namun jumlah wisatawan ke Indonesia meningkat.

"Oleh sebab itu ini harus dijadikan sebuah momentum untuk memperkuat lagi, memperbanyak lagi kunjungan wisatawan yang ke negara kita," tegas Jokowi.

Menurut Jokowi, beberapa hal yang sangat cepat mendorong pariwisata Indonesia adalah promosi. Dirinya pun memuji promosi yang dilakukan oleh Kementerian Pariwisata yang sangat bagus.

"Saya kira memang problemnya di promosi dan perbaikan-perbaikan produk yang ada di lapangan," tukasnya.

(ind/bbs/okezone)

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :