Camat Wanita di Meranti Ini Ikut Berjibaku Tangani Karhutla

Camat Wanita di Meranti Ini Ikut Berjibaku Tangani Karhutla

Camat Rangsang Barat, Kepulauan Meranti Juwita Ratna Sari saat melakukan penanganan karhutla bersama petugas gabungan. (Foto: Arjuna/Batamnews)

Muhammad Ikhsan

Meranti - Meski seorang wanita, Camat Rangsang Barat, Kepulauan Meranti Juwita Ratna Sari ikut berjibaku menangani karhutla di wilayahnya. Petugas sempat mengingatkan resiko yang ia lakukan, namun Ratna tak mempedulikan.

"Apapun resikonya, saya tetap ambil andil dalam penanganan karhutla," ujar Ratna, Kamis (4/03/2021).

Ia membenarkan bahwa para petugas di lokasi karhutla sempat mengingatkannya risiko penanganan tersebut. Namun, dia selaku camat tak mundur untuk ikut serta dalam proses pemadaman.

Meski ia tidak banyak membantu dalam upaya penanganan karhutla, namun Ratna mengharapkan kepedulian seluruh unsur dan pihak karena itu sangat diperlukan.

 

Camat Rangsang Barat, Kepulauan Meranti Juwita Ratna Sari saat melakukan penanganan karhutla bersama petugas gabungan. (Foto: Arjuna/Batamnews)

 

"Memang tidak banyak yang bisa saya lakukan. Setidaknya saya bisa sidikit menghibur petugas dengan bersenda gurau melepas penat," katanya.

Dia juga mengaku, sekitar seminggu terakhir sudah berada di lokasi karhutla.

"Saya juga perlu melakukan koordinasi dengan beberapa pihak terkait dan memenuhi segala kebutuhan yang berada di lapangan. Termasuk mengakomodir kebutuhan mendesak lainnya," tuturnya.

Sementara itu, dibeberkannya, untuk lokasi karhutla di Jalan H Husein RT02/RW01, Dusun 1 Desa Sungai Cina, Kecamatan Rangsang Barat saat ini sudah bisa dihentikan. Hanya saja kondisi terkini tetap dalam pengawasan tim gabungan.

"Lokasi itu merupakan kawasan perkebunan karet dan vegetasi semak belukar. Di sana kami lakukan penanganan hingga malam hari," akunya.

Kondisi kebakaran di sana sempat membuat kewalahan tim gabungan karena kondisi alam dan sumber air yang sangat terbatas.

Hal tersebut membuat seluruh pihak harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk proses pemadaman dengan menggali parit sekitar 200 meter dari tempat kejadian.

 

Camat Rangsang Barat, Kepulauan Meranti Juwita Ratna Sari saat melakukan penanganan karhutla bersama petugas gabungan. (Foto: Arjuna/Batamnews)

 

Ratna mengatakan, saat ini seluruh petugas harus kembali mencari sumber air lainnya dari tepi laut dengan jarak sekitar 800 meter, karena parit yang digali sebelumya sudah kering.

Walaupun demikian, sumber air pendinginan juga didapat dari sumur bor di rumah masyarakat setempat.

"Kondisi terakhir api sudah padam, namun mengeluarkan asap dari bekas lahan yang terbakar. Tidak menutup kemungkinan api akan hidup kembali dikarenakan banyaknya daun dan ranting yang kering di sekitaran TKP, itu dapat memicu api hidup kembali," terangnya.

(Arjuna)

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :