Plh Bupati Sebut 99 Persen Karhutla di Bintan Karena Ulah Manusia

Plh Bupati Bintan, Adi Prihantara saat mengecek kesiapan personel gabungan (Foto:Ary/Batamnews)

Bintan - Pemkab Bintan bersama Polres Bintan menyatakan siap menangani persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Nantinya karhutla yang terjadi akan ditangani oleh tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP, Dishub, Dinkes, BPBD, Basarnas, Senkom, Tagana dan UPT Damkar.

Plh Bupati Bintan, Adi Prihantara mengatakan, meskipun saat ini masih dilanda Pandemi Covid-19, namun semua pihak harus tetap waspada sebab saat ini karhutla menjadi ancaman besar.

"Di musim kemarau dan angin kencang saat ini sangat rentan terjadinya karhutla. Maka saya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar jangan coba-coba berani membakar lahan ataupun hutan," ujar Adi, kemarin.

Saat ini dibutuhkan solusi yang permanen untuk mencegah dan menangani karhutla. Sebab 99 persen karhutla yang terjadi di Kabupaten Bintan itu adalah ulah manusia. Baik itu yang disengaja maupun yang tidak disengaja karena kelalaian dan motif utama selalu sama yaitu ekonomi.

Apalagi saat ini kemarau dan angin kencang melanda. Jika ada yang membakar sampah atau membuang puntung rokok, maka api akan cepat membesar bahkan mudah membesar dan menyebar kemana-mana.

"Karena saya tahu pembersihan lahan lewat pembakaran adalah cara yang paling muda. Tetapi itu tidak boleh dibiarkan karna dapat membahayakan," jelasnya.

Sesuai amanat Presiden RI Joko Widodo tentang pengendalian kebakaran hutan dan lahan tahun 2021. Maka mulai saat ini Kabupaten Bintan telah sigap tanggap dalam masalah ini.

Karhutla di Bintan sudah terjadi sejak Januari 2021. Disaat itu ada 29 kejadian karhutla namun semuanya bisa ditangani. Meskipun begitu 32 Hektar (Ha) lahan ludes terbakar.

"Kita semua harus hati-hati. Karhutla tidak boleh terjadi lagi dan yang paling penting adalah pencegahan jangan sampai api menjadi besar dan sulit untuk dipadamkan.  Hal ini menjadi perhatian dan tanggungjawab kita bersama TNI, Polri serta pemerintah," pungkasnya.

(ary)
SHARE US :