Pemprov Apresiasi Polda Kepri Ungkap Kasus Asusila dan Pornografi Anak

Pemprov Apresiasi Polda Kepri Ungkap Kasus Asusila dan Pornografi Anak

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepulauan Riau, Kombes Pol Arie Dharmanto. (Foto: dok. Batamnews)

Batam - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mengapresiasi kinerja Polda Kepri dalam mengungkap kasus asusila dengan anak-anak sebagai korbannya.

Apresiasi itu tertuang dalam selembar surat yang dikirim untuk Kapolda Kepri bersifat penting dengan nomor surat 415.2/269/DP3AP2 KB-SET/2021 tentang Penyampaian Piagam Penghargaan.

"“Atas keberhasilan pengungkapan kasus predator anak dan pornografi di Kota Batam oleh Ditreskrimum, Ditintelkam dan Ditkrimsus Polda Kepri. Bersama ini Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau memberikan piagam pengahargaan sebagai apresiasi atas pengungkapan kasus tersebut. (Piagam terlampir),” demikian bunyi surat tersebut.

Surat tersebut ditandatangani oleh PJ Gubernur Kepulauan Riau dan Sekretaris Daerah Arif Fadillah tertanggal 22 Februari 2021. 

Menyikapi apresiasi tersebut, Direktur Reskrimum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto mengungkapkan penanganan kejahatan kemanusiaan merupakan prioritaskan terutama.

Hal yang terpenting adalah "Menyelamatkan Korban " terutama anak-anak yang notabene adalah aset bangsa untuk masa depan mereka kelak.

"Di tengah kesibukan dan hingar bingar kita dengan berkembangnya teknologi dan tatanan sosial masyarakat, saat nya kita semua meningkatkan kepedulian kepada anak-anak dan orang-orang yang rentan akan eksploitasi manusia," ujar Arie, Rabu (24/2/2021).

Arie mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sangat perduli dengan penyelamatan korban dan anak. 

Dengan adanya penghargaan ini, tentunya Arie menegaskan bahwa ini akan menambah semangat pihaknya dalam hal ini Polda Kepri dalam memberantas kejahatan kemanusiaan dan anak-anak.  

"Terima kasih juga kami ucapkan kepada seluruh media atas segala peran dan penyampaian informasi kepada masyarakat sehingga keperdulian untuk semakin meningkatkan kewaspadaan terhadal kejahatan ini lebih tinggi dilakukan masyarakat," ucap Arie.

(ude)